Anak Balita Suka Mengigit? Tenang Engga Usah Khawatir Ini 4 Alasannya!

Aqiqah Al Hilal – Polah tingkah anak usia balita kerap membuat orang tua kaget atau geleng-geleng kepala. Bagaimana mereka suka memukul kepalanya sendiri, melempar barang, hingga menolak pakai baju misalnya.

Selain hal-hal tersebut di atas, ada satu lagi kebiasaan lain yang kerap dilakukan anak usia balita yaitu menggigit! Ya Sahabat Al Hilal, menggigit benda, pakaian, mainan atau bahkan orang lain kerap dilakukan anak di usia balita.  Lantas, apa yang jadi penyebab balita suka menggigit?

Penyebab Anak Usia Balita Suka Menggigit

Mengutip What to Expect, ada beberapa hal yang umumnya jadi penyebab anak di usia 1-3 tahun suka menggigit:

  1. Ungkapan Rasa Marah dan Frustrasi

Alasan utama balita suka menggigit adalah karena ia ingin mengungkapkan rasa marah atau frustrasinya. Maklum, anak balita usia 1-3 tahun sendiri umumnya masih belajar bicara dan kata-kata yang mereka kuasai pun masih terbatas.

Karena hal ini, mereka belum bisa menyampaikan apa yang dirasa dengan lancar lewat kata-kata. Akhirnya, menggigit jadi cara anak menunjukkan pada ‘dunia’ bahwa mereka tengah marah.

  • Mencari Perhatian

Anak balita yang suka menggigit itu mungkin sedang mencari perhatian Anda atau orang di sekitarnya, Sahabat Al Hilal. Bahkan, si kecil mungkin saja sengaja menggigit benda atau orang lain untuk melihat respons Anda terhadap tindakannya itu.

  • Tumbuh Gigi

Saat anak balita Anda sedang tumbuh gigi, biasanya kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan pada area mulut mereka, terutama gusi. Ya Sahabat Al Hilal, gusi yang nyeri membuat anak ingin sekali menggigit sesuatu untuk meredakan bengkak yang terjadi pada gusi karena giginya yang sedang tumbuh itu.

  • Eksplorasi

Si kecil yang masih balita memiliki rasa keingintahuan yang lebih terhadap lingkungan sekitarnya. Maka tak heran, bila ia akan menggigit benda atau orang lain di sekitarnya. Sebagai orang tua, Anda pun harus memastikan barang-barang di sekitar anak aman dan tak berbahaya.

Apa yang dapat orang tua lakukan bila anak mengalami hal ini? Bantu anak memahami emosinya atau memberi solusi untuk masalahnya. Misalnya dengan berkata, “Kamu ingin tahu mainan ini terbuat dari apa ya? Coba kita pegang begini, tidak digigit,” atau “Ibu punya apel yang segar dan manis, nih. Pasti lebih enak digigit!”