Peran Orang Tua Mendampingi Anak Yang Telah Akil Baligh

Masa pubertas atau masa puber merupakan masa dimana seorang anak sedang berada dalam fase beranjak remaja. Sahabat Al Hilal, tentu ketika kita memiliki buah hati yang telah menginjak pada masa tersebut pasti sebagian orang tua atau bahkan seluruh orang tua di muka bumi ini memiliki rasa kekhawatiran yang teramat sangat berbeda ketika buah hati kita masih berada dalam fase anak-anak. Dapat kita lihat seiring perkembangan zaman yang mulai berubah, banyak sekali remaja yang salah pergaulan, dapat kita lihat seperti tingginya angka seks bebas, hingga kasus pelecehan seksual yang semakin tinggi membuat orang tua dewasa ini menjadi orang tua yang lebih protektif terhadap anak-anaknya.

Sahabat Al Hilal, masa puber pun merupakan masa periode dimana telah terjadinya kematangan alat-alat seksual dan reproduksinya. Pada anak perempuan, kematangan ini ditandai dengan terjadinya menstruasi, sedangkan pada anak klaiki-lagi ditandai dengan terjadinya mimpi basah. Sahabat Al Hilal, pada masa inilah, masa-masa dimana buah hati kita memiliki rasa keingin tahuannya akan hal-hal tersebut meningkat.

Lalu bagaimana jika dalam pandangan Islam? Diriwayatkan dalam HR. Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

Setiap dari kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Penguasa adalah pemimpin yang bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Laki-laki adalah pemimpin yang bertanggung jawab atas keluarganya. Perempuan adalah pemimpin dalam rumah tangga dan bertanggung jawab terhadap anak-anaknya.” (HR. Bukhari)

Dilansir dalam laman skata info, sahabat Al Hilal yuk kita lihat bagaimana sebaiknya orang tua menjalankan perannya dalam mendampingi buah hati kita memasuki masa pubernya?

  1. Memberi Penjelasan Detail, Sebagai Pendidik Pertama Di Rumah

Sahabat Al Hilal, masa puber biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun dan berakhir lebih kurang di usia 15 hingga 16 tahun. Menjelang memasuki masa puber, sebaiknya orang tua sudah memberikan penjelasan yang detil pada anak tentang apa yang sebentar lagi akan mereka alami. Jika perlu, ibu dapat memperkenalkan remaja putri pada pembalut dan ayah dapat memberi gambaran rinci tentang mimpi basah. Berikan pula pemahaman bahwa organ reproduksi mereka mulai berfungsi. Itu tandanya hubungan seksual dengan lawan jenis dapat menyebabkan kehamilan.

  • Manjadi Teman Pertamanya, Agar Anak Kita Senang Didampingi Oleh Kita Sebagai Orang Tua

Sahabat Al Hilal, Jika kita sebagai orang tua mampu membangun kedekatan dengan anak, mendampingi mereka selama masa puber InsyaAllah akan terasa lebih mudah. Melakukannya tentu butuh usaha mengingat remaja berada dalam fase transisi menuju manusia dewasa yang mulai memiliki prinsip sendiri. Karena itu, marilah untuk kita lebih sering mengajak anak kita mengobrol sesibuk apapun kita. Hindari terlalu sering mengkritisi, perbanyak mendengarkan. Jadilah temannya karena dengan begitu, peran kita sebagai orang tua tidak akan tergantikan oleh teknologi maupun lingkungan pergaulan.

  • Memanfaatkan Momen Bersama Anak

Tentu, ketika buah hati kita telah memasuki fase pubertas atau remaja akan lebih mengingat pendidikan yang diberikan saat berhadapan dengan peristiwa langsung. Karena itu, pastikan kita sebagai memiliki aturan yang disepakati seperti atauran agama dan norma. Karena bagaimanapun juga, persepsi mereka terhadap seks dibentuk oleh interaksi mereka dengan orang tua, lingkungan, termasuk media.

Sahabat Al Hilal, selain menanamkan hal yang sudah disebutkan marilah tanamkan pendidikan agama pada anak sejak dini. Karena sungguh, bagaimanapun juga InsyaAllah iman yang kuat adalah benteng terbaik dalam menghadapi gejolak masa pubertas atau akil baligh.