
Aqiqah adalah salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak. Ibadah ini biasanya dilaksanakan dengan menyembelih kambing atau domba, lalu dagingnya dibagikan kepada keluarga, kerabat, dan kaum yang membutuhkan. Aqiqah bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki banyak hikmah dan nilai kebaikan di dalamnya.

Salah satu hikmah utama aqiqah adalah sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas amanah besar berupa seorang anak. Kehadiran buah hati adalah nikmat yang tidak ternilai, sehingga sudah sepatutnya disambut dengan ibadah dan doa. Dengan aqiqah, orang tua diajak untuk menyadari bahwa anak adalah titipan Allah yang harus dijaga, dididik, dan dibesarkan sesuai ajaran Islam.
Aqiqah juga mengandung nilai sosial yang tinggi. Daging aqiqah yang dibagikan kepada tetangga, kerabat, dan fakir miskin menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepedulian. Dari ibadah ini, lahir kebahagiaan bersama, di mana nikmat yang dirasakan orang tua turut dirasakan oleh orang lain.
Selain itu, aqiqah menjadi bentuk pengharapan kebaikan dan perlindungan bagi sang anak. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa aqiqah berkaitan dengan pelepasan tanggungan anak, yang maknanya mengandung doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak baik, serta terjaga dari keburukan. Aqiqah juga biasanya disertai dengan pemberian nama yang baik dan pencukuran rambut, sebagai simbol awal kehidupan yang bersih dan penuh harapan.
Maka dari itu ayah dan bunda hendaknya mulai menyiapkan dan menyisihkan sebagian rezeki sejak dini untuk pelaksanaan aqiqah buah hati. Aqiqah bukanlah beban, melainkan bentuk ibadah dan ungkapan syukur atas amanah besar yang Allah titipkan. Dengan perencanaan yang baik, insyaAllah aqiqah dapat dilaksanakan dengan tenang dan penuh keberkahan. Semoga setiap ikhtiar ayah bunda dalam menunaikan sunnah ini dicatat sebagai amal kebaikan dan menjadi doa terbaik bagi masa depan anak-anak kita.
Penulis: Indra Rizki