Browsing: Artikel Aqiqah

5 Keutamaan Ibadah Sunnah Aqiqah

5 keutamaan aqiqah yaitu:

keutamaan aqiqah
keutamaan aqiqah

1. Mendapat ganjaran pahala, sebab sudah melaksanakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW

Ketika seorang mukmin menjalankan sunnah Rasul, itu artinya dirinya membuktikan jika ia mencintai Nabi Muhammad serta cinta agama Islam.

Karena sesungguhnya sumber dasar Islam adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Ibadah aqiqah merupakan salah sunnah yang dilakukan oleh nabi besar Muhammad SAW.

2. Menghilangkan Penyakit dan Kotoran

Aqiqah disunnahkan dengan mencukur rambut bayi dengan niat untuk menghilangkan kotoran dan penyakit.

3. Meningkatkan ketaatan pada Sang Khalik

Ketika acara aqiqah berlangsung umumnya disertai membaca al quran 30 juz, atau membaca surah yasin ataupun tahlil, doa-doa dan lain lain. Hal tersebut membuat pelaksanaan ibadah aqiqah lebih khusuk karena meningkatkan rasa cinta pada Allah.

4. Mendoakan Sang Bayi

Saat pelaksanaan ibadah aqiqah umumnya disertai dengan doa-doa aqiqah supaya sang bayi mendapat berkah serta keuntungan yang tiada tara nikmatnya.

5. Meningkatkan rasa kepedulian sosial

Bila membagikan hidangan aqiqah pada sesama dapat memupuk serta meningkatkan rasa solidaritas antar sesama sehingga akan tumbuh cinta terhadap sesama manusia.

Kenapa harus memilih kami?

  • Kami menyediakan pilihan bisa daging mentah atau olahan berupa masakan, yaitu; sategule, dll
  • Kami antarakan GRATIS sampai depan rumah Anda.
  • Rasa masakan terjamin serta berkualitas karena diolah oleh juru masak yang berpengalaman
  • Aqiqah Anda Insya Alloh berkah, karena sebetulnya Anda bersedekah. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan digunakan untuk mendukung program anak yatim.
  • Anda mendapat sertifikat, bingkai foto anak dan buku risalah aqiqah.
  • Bisa kami distribusikan ke panti-panti asuhan dan desa-desa. Jika Anda mau.
  • Halal serta higienis karena sesuai syariat. Sertifikat MUI No. 01161203470418

Info dan Pemesanan Hubungi

Telp : 022 7809 282

WhatsApp: 0877 0034 7724

Alamat Pusat : Jl. Desa Cipadung No. 47 Cibiru Bandung

Sekilas Aqiqah Bandung

Aqiqah Bandung merupakan unit usaha yang secara profesional dikelola untuk memasarkan produk – produk ternak domba dan kambing aqiqah.

Unit usaha ini kami kembangkan yang untuk kemudian keuntungan sebagian besar keuntungannya digunakan membangun dan menunjang operasional Lembaga Pendidikan Pesantren yang bernama Pesantren Yatim Alhilal Bandung, yang isi kurikulumnya yaitu belajar dan menghafalkan Alquran.

Keutamaan aqiqah, keutamaan aqiqah, keutamaan aqiqah, keutamaan aqiqah, keutamaan aqiqah.

Follow IG kami @aqiqah.bdg

{ Comments are closed }

Aqiqah Subang

Aqiqah Subang Terpercaya Untuk Syukuran Anak Anda

aqiqah Subang, aqiqah kabupaten Subang, layanan aqiqah Subang, paket aqiqah Subang, jasa aqiqah Subang, paket aqiqah di Subang,
Aqiqah Subang

Aqiqah Subang 2019 untuk putera-puteri tercinta di AqiqahSubang.id. Siapa yang masih beranggapan jika layanan aqiqah Subang itu mahal?

Kami adalah unit usaha yang menyediakan layanan aqiqah murah untuk acara syukuran kelahiran anak Anda dengan harga yang sangat bersahabat.

Anda dapat menentukan paket aqiqah yang pas dengan keuangan yang Anda punya.

Lalu apa saja paket-paket yang tersedia?

Paket Aqiqah Subang yang pertama kami tawarkan yaitu paket nasi kotak. Bagi Anda yang akan mengadakan acara tasyakur bi nikmah dengan tema aqiqah, lalu tak ingin kerepotan karena harus menyediakan makanan, maka kami sediakan alternatif yaitu paket nasi kotak. Jika memilih paket nasi kotak, Anda tak akan kerepotan menyediakan dan menyajikan makanan di atas piring dan sebagainya.

Harga Nasi Kotak

aqiqah Subang

Satu kotak nasi aqiqah paket hemat harganya Rp 14.000,- Anda akan mendapatkan nasi putih, sambal goring kentang, kerupuk udang, sambal dan lalapan, pisang, alat makan, acar, tisu sendok dan tusuk gigi.

Ada pula paket puas nasi kotak aqiqah harganya yaitu Rp 23.000 dengan isi nasi putih, sambal goring kentang, kerupuk udang, sambal dan lalapan, pisang, alat makan, acar, tisu sendok dan tusuk gigi, yang kemudian kami tambahkan ayam goreng/ayam bakar.

Selain nasi kotak, kami juga akan memberikan foto si buah hati yang sudah kami bingkai sedemikian rupa. Foto ini sekaligus juga menampilkan nama dan tanggal lahir putera-puteri Anda.

Tak hanya itu saja. Kami pun akan memberikan sertifikat. Buat apa? Sertifikat Ini supaya menjadi pengingat bahwa putera atau puteri Anda telah menunaikan salah satu ibadah sunnah yaitu aqiqah. Sertifikat bisa menjadi salah satu syiar agama kita yaitu Islam.

Layanan Aqiqah Subang Menu Masakan Spesial

Layanan aqiqah Subang murah dengan menu masakan spesial merupakan paket aqiqah kedua yang tersedia di usaha yang kami tawarkan.

Paket ini akan kami kirimkan berupa masakan istimewa seperti Sate, gule dan masakan lainnya. Anda bebas menentukan sendiri jenis menu santapan sesuai selera.

Paket aqiqah Subang yang kedua adalah paket aqiqah domba Subang, terdiri dari menu-menu seperti sate, gule kepala, gule kaki dan lain lain. Pilihan paket spesial ini bermacam-macam, tergantung budget dan porsi yang Anda pesan. Harga mulai dari Rp 2.150.000 sampai Rp 3.450.000.

Paket Spesial Aqiqah

aqiqah Subang
aqiqah Subang

Paket spesial bintang satu yang paling murah dengan harga Rp 2.150.000. Anda akan mendapatkan 60 porsi nasi kotak. Isinya; nasi putih, gule, 3 tusuk sate, soun cabe, kerupuk udang, buah pisang, air mineral, acar, alat makan (tisu, sendok dan tusuk gigi). Harga ini sudah masuk ongkos pengiriman dan foto sertifikat aqiqah.

Paket spesial bintang dua dengan harga sedang yaitu Rp 3.150.000. Anda akan mendapatkan 80 porsi nasi kotak. Isinya; nasi putih, gule, 3 tusuk sate, soun cabe, kerupuk udang, buah pisang, air mineral, acar, alat makan (tisu, sendok dan tusuk gigi). Harga ini sudah masuk ongkos pengiriman dan foto sertifikat aqiqah.

Paket spesial bintang tiga yang termahal dengan harga Rp 3.450.000. Anda akan mendapatkan 60 nasi kotak. Isinya; nasi putih, gule, 3 tusuk sate, soun cabe, kerupuk udang, buah pisang, air mineral, acar, alat makan (tisu, sendok dan tusuk gigi), ditambah sate terpisah 50 tusuk, gule kepala dan kaki, serta snack 60 boks. Harga ini sudah masuk ongkos pengiriman dan foto sertifikat aqiqah.

Ketiga paket ini sengaja kami tawarkan bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu dan repot ketika akan mengadakan acara tasyakur aqiqah di rumah. Karenanya, kami disini menawarkan solusi terbaik. Anda tak harus repot-repot mencari domba atau kambing aqiqah, yang kemudian harus ikut menyembelih serta mengurus dan memasak hewan tersebut.

Sudah lebih dari lima tahun kami berpengalaman dalam melayani serta memilihkan hewan aqiqah yang terbaik. Layanan kami sesuai dengan syariat baik ketika penyembelihannya maupun saat pengolahannya. Anda tinggal menunggu dengan santai di rumah sembari menyambut anggota kelurga yang baru hadir ke dunia ini.

Aqiqah Subang dengan Hewan Terbaik

Jasa layanan aqiqah dengan domba terbaik, karena kami memiliki peternakan domba sendiri. Karenanya Anda dapat dengan bebas memilih hewannya. Dari segi kualitas tentu saja kami bisa menjamin mutunya, baik hewan yang dipilih maupun menu masakan aqiqah yang kami sajikan. Karena para pekerja dan koki di unit usaha kami sangat profesional dalam mengurus hewan dan daging-dagingan, pekerja kami sudah berpengalaman dari tahun 2013.

Harga Domba Aqiqah Subang

aqiqah Subang

Kami memiliki sejumlah paket hewan aqiqah terbaik dari yang paling murah hingga yang termahal, diantaranya:

  • Paket domba aqiqah ekonomis harganya hanya Rp. 1.200.000. Anda akan mendapatkan total 120 tusuk sate dan 40 porsi gule.
  • Paket domba aqiqah hemat harganya hanya Rp. 1.700.000 – Rp. 2.200.000 Anda akan mendapatkan total 200 tusuk sate dan 50 porsi gule.
  • Paket domba aqiqah puas harganya hanya Rp. 1.950.000 – Rp. 2.450.000 Anda akan mendapatkan total 300 tusuk sate dan 60 porsi gule.
  • Paket domba aqiqah super harganya hanya Rp. 2.200.000 – Rp. 2.700.000 Anda akan mendapatkan total 400 tusuk sate dan 80 porsi gule.
  • Paket domba aqiqah istimewa harganya hanya Rp. 2.550.000 – Rp. 3.050.000 Anda akan mendapatkan total 500 tusuk sate dan 100 porsi gule.
  • Paket domba aqiqah premium harganya hanya Rp. 4.100.000 Anda akan mendapatkan total 700 tusuk sate dan 140 porsi gule.

Paket Aqiqah Subang Sambil Sedekah

Melalui Layanan Aqiqah di Subang AqiqahSubang.id, Anda bisa sambil bersedekah kepada para anak yatim. Dengan memesan pada unit usaha kami, sebetulnya Anda ikut berkontribusi pada lembaga dan yayasan Anak yatim Al-Hilal.

Sebagian keuntungan yang kami terima setelah dipotong biaya produksi, kami berikan pada anak-anak yang membutuhkan, yaitu pesantren yatim Al-Hilal serta program-program pengembangan dakwah lainnya.

Kami pun akan dengan senang hati menyalurkan masakan aqiqah pada yayasan yatim piatu atau pondok-pondok pesantren yang Anda pilih di dekat rumah Anda. Kalaupun Anda tidak mengetahui tempat-tempat yatim dan dhuafa maka kami pun siap memberi petunjuk tentang nama-nama yayasan yatim di dekat rumah anda, Sehingga nantinya Anda akan merasa nyaman saat berbagi dengan yang membutuhkan.

Baca Juga: Layanan Aqiqah Cimahi

Pesan Aqiqah Subang

Alamat dan Pemesanan:

Apabila Anda ingin memesan layanan aqiqah di aqiqahSubang.id caranya mudah dan sederhana.

Anda bisa menghubungi nomor handphone yang tertera di bawah ini:

TELP/SMS/WA: 0877 0034 7724 (Pak Yudha)

Layanan aqiqah Subang – Buka dari jam 08.00-16.00 WIB

Cukup dengan mengirim pesan via whatsapp dengan mengetik:

Nama Anak :
Tempat Tanggal Lahir :
Nama Ayah :
Nama Ibu :
Alamat Lengkap :
No Telepon :
Paket Aqiqah :

Contoh:

Nama Anak : Ikhwan Kiram.
Tempat Tanggal Lahir : Subang, 25 Juni 2018.
Nama Ayah : Dendi.
Nama Ibu : Neli.
Alamat Lengkap : Jl. Desa Cipadung 47 Kecamatan Cibiru Subang.
No Telepon : 085220034021
Paket Aqiqah Tipe : Paket Spesial Bintang 1 Rp 2.150.000 (60 Porsi) Kambing.

Layanan Aqiqah Subang Buka dari jam 8.00 sampai 16.00 WIB
Kantor AqiqahSubang.id: Jl. Desa Cipadung No. 47 Cibiru Subang

Peta AqiqahSubang.id

Beberapa Saran Layanan Aqiqah Subang, cukup bermanfaat bagi Anda saat proses penyalurannya

Jika pada akhirnya Anda hendak membagikan paket aqiqah pada sanak sodara dan tetangga, sangat disarankan agar memilih Nasi kotak. Alasannya karena sebetulnya Anda telah mengetahui jumlah yang akan dibagikan. Sehingga nantinya lebih praktis ketika pembagian berlangsung. Tetangga dan kerabat terdekat pun akan lebih mudah mengkonsumsinya.

Sebaliknya, jika ingin membagikan paket aqiqah pada yayasan yatim piatu maupun pondok pesantren, maka lebih baik masakan kambingnya masih dalam panci. Ini dilakukan karena kita belum mengetahui jumlah orang di yayasan tersebut. Pihak pengurus yayasan lebih tau dan lebih mudah untuk mengkoordinasikannya. Kalaupun tidak habis masakan masih bisa dihangatkan. Insya Alloh manfaatnya lebih besar.

{ Comments are closed }

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Kapan Aqiqah harus dilaksanakan?
Waktu pelaksanaan aqiqah

waktu pelaksanaan aqiqah

Pelaksanaan aqiqah disunatkan pada hari yang ketujuh dari kelahiran ini menurut sabda Nabi Saw yang artinya: Setiap anak itu tergadai dengan binatang Aqiqahnya,disembelihnya pada hari ketujuh dicukur rambutnya dan diberi nama (HR.Imam Ahmad dan Ashhabu sunan dan disahehkan oleh At- Tirmidzi)

Dan kalau tidak bisa melaksanakannya pada hari ketujuh,maka bisa dilaksanakan pada hari ke empat belas dan kalau tidak bisa pada hari kedua puluh satu.Ini menurut hadist Abdullah Ibnu Buraidah dan ayahnya dari Nabi Saw dia berkata yang Artinya: Hewan Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, dan hari keduapuluh satu (HR.Al-Baihaqiy) aqiqah bandung

Namun sesudah tiga ahad masih tidak bisa maka kapan saja pelaksanaanya dikala sudah mampu, alasannya pelaksanaannya pada hari ketujuh,hari keempat belas,dan hari kedua puluh satu sifatnya sunah atau paling utama bukan wajib.Dan boleh melaksanakannya sebelum hari ke tujuh. aqiqah siap saji

Apabila belum bisa juga maka beri tahukan kepada anak dikala besar bahwa anak tersebut belum diaqiqahkan jadi mereka bisa mengaqiqahkan diri sendiri kalau mereka mampu. Karena Hukum Aqiqah itu hukumnya Sunah Muakadah (sunah yang hampir wajib), Jika Ada kemampuan dan dananya jangan hingga memberatkan sama mirip ibadah Haji yang bisa dan mempunyai dananya. Yuk Aqiqah.

PESAN AQIQAH

Follow akun IG kami: Aqiqah.BDG

{ Comments are closed }

Aqiqah Kambing Betina. Bagaimana Hukumnya?

Perihal Aqiqah, Kambing Jantan Atau Betina

PERIHAL AQIQAH, KAMBING JANTAN ATAU BETINA

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah
Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Pertanyaan.
Bolehkah berkurban atau aqiqah dengan kambing betina yang sedang hamil?
08522913XXXX

Kalau anak pria lahir, kambing aqiqahnya berapa? Jantan atau betina? Dan kalau tidak bisa bagaimana? Apakah bisa ditunda dulu? Apa harus pada hari ke-7? Mohon penjelasan.
Ismail, Kolaka, Sultra, 081524203xxxx

Jawaban.

Persoalan yang disampaikan oleh dua penanya ini, kami gabungkan jawabannya, sebagai berikut :
Aqiqah disyariatkan dalam Islam, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Al Hasan dan Al Hushain. Namun para ulama berselisih perihal hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkan dan secara umum dikuasai mereka mensunnahkannya.

Imam Ahmad berkata: Al aqiqah merupakan Sunnah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan aqiqah untuk Al Hasan dan Al Hushain. Para teman Beliau juga melakukannya. Dan dari Samurah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهِنُ بِعَقِيْقَتِهِ

“Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya” [HR Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa-i].

Sehingga tidak patut, jikalau seorang bapak tidak melaksanakan aqiqah untuk anaknya. [1]

Aqiqah disyariatkan pada orang bau tanah sebagai wujud syukur kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya, serta berharap keselamatan dan barakah pada anak yang lahir tersebut [2]. Waktu pelaksanaanya, disunnahkan pada hari ketujuh. Jika tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak, maka pada hari kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْاَهِنُ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ

“Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh”. [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].[3]

العَقِيْقَةُ تُذْبَحُ لِسَبْعٍ أَوْ لأَرْبَعَ عَشَرَةَ أَوْ لإِحْدَ وَ عِشْرِيْنَ

“Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu”. [HR Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132].

Ada sebagian ulama, di antaranya Syaikh Shalih Fauzan yang beropini bolehnya melaksanakan aqiqah selain waktu di atas tanpa batas. Namun, mereka sepakat, bahwa yang utama pada hari ke tujuh. Sehingga, berdasarkan pendapat ini, maka orang bau tanah yang belum bisa pada waktu-waktu tersebut sanggup menundanya manakala sudah mampu.

Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: Para ulama menyatakan, jikalau tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka pada hari keempat belas. Jika mustahil juga, maka pada hari kedua puluh satu. Dan bila mustahil juga, maka kapan saja. inilah aqiqah. [4]

Sedangkan yang berkaitan dengan ketentuan jumlah kambingnya, untuk bayi pria dua kambing dan bayi perempuan satu kambing. Ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak pria dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Ketentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari malu dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci perihal disyaratkan jantan atau betina.

Oleh alasannya itu, kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, berdasarkan bahasa Arab dan istilah syari’at meliputi kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam binatang kurban. Pengertian syah (شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.[5]

Dengan demikian, maka sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam kurban dan aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

________

Footnote
[1]. Perkataan Imam Ahmad ini kami nukil dari Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194).
[2]. Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Al Fauzan (3/194).
[3]. Al Wajiz Fi Fiqhi As Sunnah Wal Kitab Al Aziz, Abdul ‘Azhim Badawi, hlm. 405.
[4]. Al Muntaqa Min Fatawa (3/193).
[5]. Tentang hal ini, lihat keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqat, hlm. 89-90.

Sumber: https://almanhaj.or.id/857-perihal-aqiqah-kambing-jantan-atau-betina.html

{ Comments are closed }

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Doa menyembelih binatang aqiqah dan qurban itu hampir sama. Ketika memotong binatang akikah niatnya yaitu beraqiqah, sedangkan ketika potong binatang kurban niatnya yaitu berqurban. Jenis binatang untuk aqiqah yaitu kambing atau domba (sedikit), sedangkan untuk qurban yaitu sapi, unta, lembu, kerbau, kambing/domba (banyak). Pada artikel kali ini kami akan menguraikan perihal doa menyembelih binatang aqiqah dan tuntunan tingkah-laku atau akhlak dalam penyembelihan hewan.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah
Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Menyembelih binatang aqiqah mirip kambing telah ditentukan syarat dan rukunnya. Aqiqah untuk anak pria yaitu dengan penyembelihan 2 ekor kambing dan untuk anak wanita dengan seekor kambing. Tidak persoalan jenis kelamin binatang tersebut, apakah jantan atau betina. Beberapa ulama menyebutkan ada perbedaan menyembelih kambing jantan dibandingkan dengan kambing betina. Baca klarifikasi kami perihal kambing aqiqah.

Niat dan Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Menyembelih binatang untuk aqiqah dan untuk qurban mempunyai tata cara yang sama namun ada perbedaan diantara keduanya. Perbedaannya terletak pada niat dan peruntukkan doa ketika menyembeleh binatang tersebut. Oleh alasannya yaitu itu, beberapa ulama menyebutkan dihentikan menggabungkan 2 ibadah ke dalam 1 waktu pelaksanaan. Misalnya melaksanakan qurban (kurban) dengan niat aqiqah. Itulah pentingnya mengetahui niat dan doa menyembelih binatang aqiqah.

Di Indonesia, masyarakat muslim terdiri dari banyak golongan. Sebut saja LDII, NU, Muhammadiyah. Semua golongan tersebut tentu menghendaki biaya aqiqah yang murah. Oleh alasannya yaitu itu, tak jarang dijumpai masyarakat melaksanakan program khitanan (khitan) bersamaan dengan program aqiqah. Tujuannya yaitu untuk menghemat biaya program secara keseluruhan. Anda juga mampu memakai jasa aqiqah dengan sajian paket aqiqah lengkap dari Pelangi Aqiqah untuk fasilitas dan kepraktisan.

Niat dipasang sebelum menyembelih binatang aqiqah. Umumnya niat dibaca didalam hati. Bacaan niat mampu memakai bahasa apa saja. Allah Maha Tahu segala isi hati hambanya. Makara niat dan doa dalam bahasa Arab bukanlah suatu keharusan.

Firman Allah perihal haramnya binatang yang disembelih

Menyembelih binatang apapun harus menyebut asma Allah. Jika tidak, maka daging binatang sembelihan tersebut haram untuk dimakan. Lihat firman Allah Ta’ala dalam Al Alquran Surah Al An’am ayat 121 dan QS Al Maidah ayat 3

وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰ أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ

“Dan janganlah kalian memakan hewan-hewan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya, bantu-membantu perbuatan semacam itu yaitu suatu kefasikan. Sesungguhnya syaithan itu mewahyukan kepada wali-walinya (kawan-kawannya) untuk membantah kalian“. [Al-An’am : 121]

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (QS. Al Ma-idah: 3)

Mengenai haramnya sembelihan yang tidak menyebutkan nama Allah didasarkan pada hadist yang diriwayatkan oleh Rofi’ bin Khodij, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ ، فَكُلُوهُ

“Segala sesuatu yang mampu mengalirkan darah dan disebut nama Allah ketika menyembelihnya, silakan kalian makan.”

Berikut yaitu niat yang dipasang ketika menyembelih binatang ternak.

Niat Menyembelih Unta

Nawaitu An Adzbaha haadzal jamala lillahi ta’ala

Artinya : Saya berniat menyembelih unta ini alasannya yaitu Allah Ta’ala

Niat Menyembelih Kerbau

Nawaitu An Adzbaha haadzal jamuusu lillahi ta’ala

Artinya : Saya berniat menyembelih kerbau ini alasannya yaitu Allah Ta’ala

Niat Menyembelih Sapi

Nawaitu An Adzbaha haadzal baqarata lillahi ta’ala

Artinya : Saya berniat menyembelih sapi ini alasannya yaitu Allah Ta’ala

Niat Menyembelih Kambing

Nawaitu An Adzbaha haadzal ganama lillahi ta’ala

Artinya : Saya berniat menyembelih kambing ini alasannya yaitu Allah Ta’ala

Niat Menyembelih Ayam Betina

Nawaitu An Adzbaha haadzal ganama lillahi ta’ala

Artinya : Saya berniat menyembelih ayam betina ini alasannya yaitu Allah Ta’ala

Niat Menyembelih Ayam Jantan

Nawaitu An Adzbaha haadzad dayka lillahi ta’ala

Artinya : Saya berniat menyembelih ayam jantan ini alasannya yaitu Allah Ta’ala

Niat Menyembelih itik

Nawaitu An Adzbaha haadzihil batata lillahi ta’ala

Artinya : Saya berniat menyembelih itik ini alasannya yaitu Allah Ta’ala

Selain niat, petugas yang menjalankan kiprah nyembelih binatang aqiqah juga dianjurkan untuk mengetahui sunnah dalam menyembelih hewan. Dengan demikian, petugas yang bersangkutan tidak asal sembelih hewan. Apa saja sunah dalam penyembelihan hewan? Cek pembahasan kami berikut ini

Adab (sunnah) dalam menyembelih binatang aqiqah, qurban dan lainnya

Ketika hendak menyembelih binatang aqiqah, ada beberapa kasus terkait syarat, rukun dan sunnah dalam penyembelihan yang perlu diketahui setiap muslim. Dalam artikel ini kami mengutip dari laman almanhaj.or.id perihal adab-adab dalam menyembelih hewan. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:

Menajamkan alat potong

  • Usahakan binatang tidak melihat ketika pengasahan alat potong
  • Menggiring binatang ke arah tempat pemotongan dengan baik
  • Membaringkan binatang yang akan di potong dan menghadapkannya ke arah kiblat
  • Memotong pada kepingan yang tepat
  • Menajamkan alat potong

Alat yang dipakai untuk menyembelih binatang aqiqah dan binatang lainnya umumnya berupa pisau, golok, dan parang. Bahkan di industri memakai alat potong yang lebih canggih, namun bentuknya tetap mirip pisau. Supaya kepingan yang disembelih tidak alot alasannya yaitu tumpulnya alat potong, maka dianjurkan untuk mengasah alat potong sampai tajam. Dengan hal demikian, akan mengurangi tindak aniaya ketika pemotongan. Berikut yaitu hadist shahihyang diriwayatkan oleh Muslim (13/1955-Nawawi), Ibnu Majah (3670), Abdurrazzaq (8603-8604) dan Ibnul Jarud dalam Al-Muntaqa (899).

Dari Syaddad bin Aus RA ia berkata, “Dua hal yang saya hafal dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ia berkata:

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَ

“Sesungguhnya Allah memerintahkan biar berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah binatang yang akan disembelih”

Usahakan binatang akan disembelih tidak melihat ketika pengasahan alat potong

Menyembelih binatang aqiqah dan binatang lainnya harus dengan pisau yang tajam. Hal tersebut untuk mengurangi rasa sakit yang terlalu lama. Ada 2 hadist shahih yang menjelaskan perihal perihal tidak dibolehkannya memperlihatkan pengasahan pisau kepada binatang yang akan disembelih. Hadist yang pertama diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (9/280), Al-Hakim (3/233), Abdurrazzaq (8609). | Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Hadist ini dishahihkan oleh Al-Hakim. Selanjutnya juga disepakati oleh Adz-Dzahabi bahwa hadits ini shahih. Pada isnad oleh Al-Baihaqi rijalnya tsiqat. Perawi yang berjulukan Abdullah bin Ja’far Al-Farisi yaitu tsiqah berdasarkan Adz-Dzahabi dalam As-Siyar : Imam Al-Alamah. Kemudian juga ditsiqahkan oleh Ibnu Mandah. Lafazh hadistnya yaitu sebagai berikut:

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu ia berkata :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengamati seorang lelaki yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah perangnya sedangkan kambing tersebut memandang kepadanya, maka ia mengatakan:

أَتُرِيْدُ أَنْ تَمِيْتَهَا مَوْتَات هَلاَ حَدَدْتَ شَفْرَتَكَ قَبْلَ أَنْ تَضْجَعَهَا

“Tidaklah diterima hal ini. Apakah engkau ingin benar-benar mematikannya. (dalam riwayat lain : Apakah engkau ingin mematikannya dengan beberapa kematian).”

Hadist yang kedua diriwayatkan oleh Abdurrazzaq (8606-8608). Sanad yang ada didalamnya ada kelemahan alasannya yaitu bercampurnya hafalan Shalih Maula At-Tauamah. Isinya yaitu jangan menajamkan alat potong di depan binatang yang disembelih. Berikut yaitu kutipan hadistnya:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata:

“Jika salah seorang dari kalian menajamkan parangnya maka janganlah ia menajamkannya dalam keadaan kambing yang akan disembelih melihatnya”

Menggiring binatang ke arah tempat pemotongan dengan baik

Sesudah berbuat baik terhadap binatang sembelihan dan mengasah pisau, selanjutnya binatang dibawa ke tempat penyembelihan dengan cara baik-baik. Mengenai hal ini ada dalil hadist yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi (9/281), Abdurrazzaq (8605) dan isnadnya munqathi (terputus), alasannya yaitu Ibnu Sirin tidak bertemu dengan Umar, maka isnadnya dlaif. Namun demikian ada hadits lain yang menjelaskan keharusan bersikap baik (rahmah) pada hewan. Oleh alasannya yaitu itu, hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi tersebut maknanya shahih. Berikut yaitu kutipannya

Ibnu Sirin menyampaikan bahwa Umar Radhiyallahu anhu melihat seseorang menyeret kambing untuk disembelih kemudian ia memukulnya dengan pecut, maka Umar berkata dengan mencelanya:

“Giring binatang ini kepada maut dengan baik”

Jadi akhlak menyembelih binatang aqiqah dan binatang lain itu diatur terperinci dalam Islam, bukan hanya do’a menyembelih binatang aqiqoh saja. Rasulullah Muhammad yaitu nabi yang penyayang terhadap sesama makhluk.

Membaringkan binatang yang akan di potong dan menghadapkannya ke arah kiblat

Mengenai dalil menyembelih binatang aqiqah dan binatang lainnya dalam posisi terbaring berasal dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Beliau mendapati Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada sahabatnya untuk dibawakan kibas (sejenis kambing). Kemudian Rasulullah mengambil kibas itu dan membaringkannya. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyembelihnya. Berikut kutipan hadist dari laman rumaysho.com perihal tuntunan penyembelihan.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِى سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِى سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِى سَوَادٍ فَأُتِىَ بِهِ لِيُضَحِّىَ بِهِ فَقَالَ لَهَا « يَا عَائِشَةُ هَلُمِّى الْمُدْيَةَ ».ثُمَّ قَالَ « اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ ». فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ « بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ». ثُمَّ ضَحَّى بِهِ.

“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminta diambilkan seekor kambing kibasy. Beliau berjalan dan bangun serta melepas pandangannya di tengah orang banyak. Kemudian ia dibawakan seekor kambing kibasy untuk ia buat qurban. Beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, bawakan kepadaku pisau“. Beliau melanjutkan, “Asahlah pisau itu dengan batu“. ‘Aisyah pun mengasahnya. Lalu ia membaringkan kambing itu, kemudian ia bersiap menyembelihnya, kemudian mengucapkan, “Bismillah. Ya Allah, terimalah qurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad”. Kemudian ia menyembelihnya | Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Imam an Nawawi rahimahullah menyampaikan bahwa hadits tersebut di atas memperlihatkan keutamaan menyembelih binatang dalam posisi terbaring. Menyembelih binatang dalam posisi bangun atau berlutut yaitu tidak dianjurkan dan kurang tepat. Hal tersebut merupakan salah satu sikap ihsan terhadap binatang sembelihan.

Cara menyembelih binatang aqiqah dan lainnya dengan cara dibaringkan merupakan tawaran yang disepakati oleh jumhur ulama berdasarkan hadits-hadits yang ada. Oleh alasannya yaitu itu, sebaiknya setiap muslim yang menyembelih hewan, dianjurkan untuk mengikuti apa yang telah disepakati para ulama tersebut. Membaringkan binatang sembelihan binatang yang benar yaitu dengan posisi kiri binatang tersebut berada dibawah (menempel tanah atau lantai). Cara ini memudahkan orang yang akan menyembelih untuk mengambil pisau dengan asisten dan menahan kepala binatang dengan tangan kiri.

Setelah itu, penyembelih meletakkan kaki kirinya di leher sisi kanan binatang yang disembelih. Dalam hal ini ada dalil yang diriwayatkan Anas berikut:

ضَحَّى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ ، فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّى وَيُكَبِّرُ ، فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ .

“Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam berqurban dengan dua ekor kambing kibasy putih. Aku melihat ia menginjak kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu ia membaca basmalah dan takbir, kemudian ia menyembelih keduanya

Hewan yang disembelih miring dengan menghadap kiblat. Hal ini didasarkan pada sikap Umar bin Khattab yang diriwayatkan oleh Nafi’,

أَنَّ اِبْنَ عُمَرَ كَانَ يَكْرَهُ أَنْ يَأْكُلَ ذَبِيْحَةَ ذَبْحِهِ لِغَيْرِ القِبْلَةِ.

“Sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging binatang yang disembelih dengan tidak menghadap kiblat.”

Menurut Syaikh Abu Malik, menghadapkan binatang ke arah kiblat bukanlah syarat dalam penyembelihan hewan. Jika memang hal ini yaitu syarat, tentu Allah akan menjelaskannya. Mengarahkan binatang sembelihan ke arah kiblat hanyalah mustahab (dianjurkan). | Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Mengucapkan tasmiyah (basmalah) dan takbir

Ketika akan menyembelih disyari’atkan membaca “Bismillaahi wallaahu akbar”, sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik. Untuk bacaan bismillah (tidak perlu ditambahi Ar Rahman dan Ar Rahiim) hukumnya wajib sebagaimana telah dijelaskan di muka. Adapun bacaan takbir – Allahu akbar – para ulama setuju jikalau aturan membaca takbir ketika menyembelih ini yaitu sunnah dan bukan wajib.

Memotong pada kepingan yang tepat

Maksud dari menyembelih yaitu memotong urat leher, kerongkongan, kanal pernafasan dan kanal darah sehingga binatang lebih cepat mati (meninggal). Ibnu Abbas Radhiyallahu anhu berkata : Penyembelihan dilakukan di sekitar kerongkongan dan labah. Labah yaitu lekuk yang ada di atas dada dan unta juga disembelih di tempat ini.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Doa menyembelih binatang aqiqah sesuai sunnah sebaiknya diketahui oleh orang yang ditugaskan untuk memotong binatang tersebut, baik kambing ataupun domba. Dengan mempelajari ilmu sebelum beramal, maka seseorang mampu melaksanakan amal tersebut dengan benar tak terkecuali dengan tata cara menyembelih kambing aqiqah. Berikut ini aadalah teks bacaan doa ketika menyembelih kambing aqiqah atau domba aqiqah. Ini yaitu kumpulan doa untuk aqiqah anak dalam bahasa Arab dan latin beserta terjemahan dalam bahasa Indonesia.

بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ، اَللَّهُمَّ عَقِيْقَةٌ عَنْ فُلاَنِ بْنِ فُلاَن لَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا وِقَآءً لآلِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ وَآلِهِ السَّلاَمُ

Bismillâhi wa billâhi, Allâhumma `aqîqatun `an fulan bin fulan, lahmuhâ bilahmihi wa `azhmuhâ bi`azhmihi. Allâhummaj`alhâ wiqâan liâli Muhammadin `alayhi wa âlihis salâm.

Artinya:

Dengan nama Allah dan dengan Allah, aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad SAW

Doa aqiqah diatas yaitu bacaan doa aqiqah untuk anak pria atau bayi laki-laki. Untuk teks bacaan doa aqiqah anak wanita atau bayi perempuan, maka nama fulan bin fulan diganti dengan fulanah binti fulanah (nama anak tersebut).

Alternatif doanya adalah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُم‍َّ رَبِّىْ, هَذِهِ عَقِيْقَةُ … بِنْ…. دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ…بن….مِنَ النَّارِ

Bismillahirrokhmanirrokhiym. Allahumma Robbi Hadzihi ‘Aqyqotu…….bin….damuhaa bidamihi walakhmuhaa bilakhmihi wa-adhmuhaa biadhmihiwajilduhaa bijildihi wa-ssya’ruhaa bi-ssya’rihi Allahumma aj’alhaa fidaa an li………bin………..minannaar

Artinya: Ya Allah, wahai Tuhanku, binatang ini yaitu aqiqah untuk….bin… (sebutkan namanya), dimana darahnya (hewan) yaitu menebus darahnya (anak), dagingnya (hewan) untuk menebus dagingnya (anak), tulangnya (hewan) yaitu untuk menbus tulangnya (anak), kulitnya (hewan) yaitu untuk menebus kulitnya (anak) dan bulunya (hewan) untuk menebus rambutnya (anak). Ya Allah, hendaklah Engkau menyebabkan aqiqah ini sebagai tebusan untuk….bin…. (sebutkan namanya) dari neraka.

Dasar dari pelaksanaan tersebut yaitu hadist yang diriwayatkan Al-Baihaqi dan jago hadist lainnya:

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم: عق عن الحسن والحسين شاتين يوم السابع وأمر أن يماط عن رأسه الأذى وقال اذبحوا على اسمه وقولوا بسم الله والله أكبر اللهم لك وإليك هذه عقيقة فلان

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Al-Hasan dan Al-Husain dengan dua ekor kambing pada hari ketujuh, dan diperintahkan biar rambut kepalanya dicukur. Lalu ia berkata, sembelihlah atas namanya, ucapkanlah, “Bismillah wallahu akbar. Allahumma laka wa ilaik. Hadzihi aqiqah fulan.” (Dengan nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah, ini milik-Mu dan untuk-Mu. Ini yaitu aqiqah untuk si fulan.”

Fulan disini bermakna anak biasanya laki-laki, untuk wanita disebut fulanah. Namun hadist di atas mampu diterapkan baik untuk bayi pria maupun perempuan.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Sudah selayaknya, obyek dari aqiqah bukan hanya anaknya saja. Tetapi yang lebih utama yaitu mengingat dan bersyukut atas karunia Allah. Oleh alasannya yaitu itu, dalam penyembelihan binatang aqiqah disebutkan asma Allah (tasmiyah), takbir dan penyebutan nama si anak dibagian akhir. Lebih jauh ulama mirip Al-Hasan Al-Bashri pernah mengajarkan ucapan doa pada orang yang gres menerima buah hati. Berikut yaitu teks doanya:

“Barokallahu laka fil mawhuubi laka wa syakarta al waahib, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birrohu

Artinya:

“Semoga Allah memberkahimu anak yang diberikan kepadamu. Semoga engkau pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia mampu mencapai dewasa, serta engkau dikaruniai kebaikannya.”

Jika ada yang bertanya, apakah bayi atau anak wajib dihadirkan pada prosesi penyembelihan binatang aqiqah? Jawabnya yaitu tidak, alasannya karena tidak ada dasar dalil Rasulullah mengenai hal ini.

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah. Doa Menyembelih Hewan Aqiqah. Doa Menyembelih Hewan Aqiqah. Doa Menyembelih Hewan Aqiqah. Doa Menyembelih Hewan Aqiqah. Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

{ Comments are closed }

Waktu Aqiqah Menurut Pandangan Berbagai Madzhab

Waktu Aqiqah yang Paling Agama Anjurkan

Aqiqah Bandung

waktu aqiqah

Waktu aqiqah putera laki laki maupun wanita yang dianjurkan berdasarkan manhaj salaf yaitu sempurna pada hari ke-7 kelahiran bayi.

Jika demikian kapankah limit waktu pelaksanaan aqiqah Islam? Apakah mesti benar-benar sempurna pada hari ke 7?

Aqiqah merupakan suatu ibadah yang tujuannya bersyukur sebab diamanahi seorang bayi, baik bejenis kelamin pria ataupun perempuan.

Secara pandangan lebih banyak didominasi (jumhur) ulama, aturan aqiqah itu sunnah muakad yaitu mendekati wajib.

Pada prosesnya aqiqah dilakukan dengan cara memotong binatang aqiqah (kambing, domba) serta mencukur rambut bayi yang dibarengi derma nama bayi dan doa aqiqah.

Pengucapan Aqiqah kadang juga ditulis aqiqoh, kekahan, aqiqahan, akikah, akikahan, marhaban bayi.

Waktu aqiqah paling afdhol berdasarkan sunnah dalam Islam

Rasulullah pernah menunjukkan teladan serta panduan yang terperinci wacana ibadah ini sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah dan sahabatnya.

Saat itu ia melakukan aqiqah cucu-cucunya yaitu Hasan dan Husein dikala hari ke-7.

Silahkan baca dalil waktu aqiqah berdasarkan hadits shahih Samuroh bin Jundub berikut ini.

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم– قَالَ « كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى »

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah SAW bersabda,

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur (habis) rambutnya dan diberi nama.”

(HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220, Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits yang menjelaskan waktu aqiqah tersebut di atas yakni shahih)

Aturan waktu aqiqah beda dengan ibadah qurban. Ibadah qurban dilaksanakan ketika animo haji sedangkan ibadah aqiqah pada hari ke-7 kelahiran bayi.

Sebagai muslim yang taat dan sigap, sebaiknya persiapkanlah terlebih dahulu biaya aqiqah semenjak dinyatakan positif hamil. Karena persiapan yang baik, maka aqiqah mampu terealisasi sempurna waktu.

Anda juga mampu menciptakan kartu usul syukuran aqiqah bila punya cukup waktu persiapan.

Cara menghitung waktu aqiqah

Anda mampu menghitung waktu aqiqah semenjak bayi dilahirkan. Gunakanlah perhitungan kalender hijriah.

Contohnya bila ada bayi lahir pada hari Rabu pukul enam pagi (06.00 WIB), maka hitungan hari ketujuh sudah semenjak hari Rabu tersebut. Maka pelaksanaan aqiqah bayi tersebut yaitu hari Selasa.

Contoh lainnya bila bayi lahir hari Rabu pukul enam sore (18.00 WIB), maka hitungannya bukan Rabu, tapi masuk hari Kamis keesokan harinya. Pelaksanaan aqiqah bayi tersebut yakni pada hari Rabu.

Perhitungan yang sempurna wacana waktu aqiqah tersebut ini dijelaskan dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah,

وذهب جمهور الفقهاء إلى أنّ يوم الولادة يحسب من السّبعة ، ولا تحسب اللّيلة إن ولد ليلاً ، بل يحسب اليوم الّذي يليها

“Mayoritas ulama pakar fiqih berpandangan bahwa waktu siang[2] pada hari kelahiran yakni awal hitungan tujuh hari. Sedangkan waktu malam[3] tidaklah jadi hitungan bila bayi tersebut dilahirkan malam, namun yang jadi hitungan hari berikutnya.”[4] Barangkali yang dijadikan dalil yakni hadits berikut ini,

تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ

“Disembelih baginya pada hari ketujuh.” Hari yang dimaksudkan yakni siang hari.

Adanya jangka waktu aqiqah dari setelah kelahiran bantu-membantu mengandung hikmah. Pada dikala bayi gres lahir, keluarga niscaya disibukkan dengan pengurusan bayi juga ibunya. Maka dari itu perlu ada waktu persiapan sebelum syukuran aqiqah dan ini menjadi keutamaan dan ibrah waktu aqiqah.

Batasan waktu aqiqah anak

Para ulama berbeda pandangan mengenai batas simpulan waktu untuk aqiqah. Sebagai muslim, tentu sulit untuk mampu memahami batasan ketentuan waktu untuk aqiqah.

Maka dari itu mari kita simak pandangan-pandangan para ulama jumhur di bawah ini:

Syafi’iyah dan Hambali

Beberapa pandangan ulama madzhab Syafi’iyah dan Hambali wacana waktu aqiqah yaitu dimulai dari kelahiran sang bayi. Mereka beropini bahwa hukumnya itu tidak sah apabila aqiqah dilaksanakan sebelum bayi lahir. Memotong binatang sebelum bayi lahir maka dianggap sebagai sembelihan biasa.

Ulama dari kalangan Syafi’iyah beropini bahwa waktu aqiqah mampu diperpanjang. Meski begitu, lakukan aqiqah sebelum anak baligh (dewasa). Karena bila baligh belum juga diaqiqahi, maka aqiqahnya sudah gugur.

Orang yang baligh boleh mengaqiqahi diri sendiri. Karena Ulama Syafi’iyah berpandangan bahwa aqiqah itu kewajiban sang ayah.

Sementara para ulama kalangan Hambali berpandangan bahwa bila aqiqah tidak mampu hari ke-7, maka disunnahkan dan boleh hari ke-14, hari ke-21 dan seterusnya.

Hanafiyah dan Malikiyah

Sementara itu para ulama madzhab Hanafiyah dan Malikiyah berpandangan bahwa waktu aqiqah paling sunnah yakni pada hari ketujuh dan dihentikan sebelumnya.

Ulama Malikiyah pun membatasi bahwa waktu aqiqah setelah hari ke-7 dianggap sudah gugur.

Ulama Indonesia

Mayoritas Ulama di Indonesia bermadzab Imam Syafi’i, baik Muhammadiyah maupun NU (Nahdhatul Ulama). Karenanya, banyak tidak heran bila masyarakat kita merayakan syukuran aqiqah setelah setelah dewasa. Alasannya sebab waktu kecil belum aqiqah.

Waktu aqiqah terbaik

Sementara itu menyimak pembahasan dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal dari Rumaysho menunjukkan rekomendasi bahwa sebaiknya aqiqah dilaksanakan sempurna hari ke-7.

Beliau beralasan, “lebih baik berpegang dengan waktu aqiqah yang disepakati oleh para ulama yaitu hari ke tujuh”.

Adapun wacana waktu aqiqahan di hari ke-14, 21 dan seterusnya semacam ini mesti ada dalilnya.

Hukum aqiqah setelah dewasa

Pengelola situs Rumaysho Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal beropini wacana aqiqah diri sendiri ketika remaja yakni tidak sempurna apalagi bila disandarkan dengan sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dasar hukumnya berdasarkan ia lemah, sebab Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengaqiqahi dirinya sendiri padahal dirinya yakni seorang Rasul.

Waktu dibagikannya daging aqiqah

Waktu yang paling sempurna untuk menyembelih binatang aqiqah serta membagikan daging aqiqah yaitu pas pada hari ke tujuh. Beberapa ulama menyatakan baiknya membagi daging aqiqah setelah matang. Anda pun mampu menyelenggarakan majlis atau walimah aqiqah di rumah dengan membayar jasa aqiqah.

Kesimpulan waktu pelaksanaan aqiqah

Berdasarkan klarifikasi diatas, maka menjadi terperinci bahwa waktu aqiqah putera puteri kita yang paling afdhal yakni di hari ke-7.

Informasi ini penting untuk diketahui supaya ibadah aqiqah kita sesuai sunah.

Kunjungi juga akun Instagram kami –> Instagram.com/aqiqah.bdg

{ Comments are closed }

Hukum Aqiqah Bayi yang Sudah Meninggal

Hukum Aqiqah Bayi yang Sudah Meninggal

Hukum Aqiqah Bayi yang Sudah Meninggal
Hukum Aqiqah Bayi yang Sudah Meninggal

Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. | Hukum Aqiqah Bayi yang Sudah Meninggal

Mengaqiqah anak yang anyar lahir masyru’ (disyariatkan). Sebagian ulama menghukuminya wajib atas orang tuanya. Jumhur ulama menghukuminya sebagai sunnah muakkadah. Ini berlaku bagi anak yang lahir dalam kondisi hidup, tidak ada perselisihan di dalamnya. Karena masalah ini mempunyai landasan dari perkataan dan perbuatan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Dari Samurah bin Jundab, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ia bersabda,

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ, تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ, وَيُحْلَقُ, وَيُسَمَّى

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya; ia disembelih hari ketujuh (dari kelahirannya), dicukur, dan diberi nama.” (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan)

Adapun Aqiqah terhadap anak yang lahir dalam kondisi meninggal, para ulama berbeda pendapat. Sebagian mereka beropini tetap diaqiqahi dikarenakan telah ditiupkan ruh padanya dan kelak akan dibangkitkan pada hari kiamat. Ini pendapat Syafi’iyah dan Hanabilah. | Hukum Aqiqah Bayi yang Sudah Meninggal

Sebagian Fuqaha’ yang lain beropini tidak diaqiqahi, alasannya yakni aqiqah disyariatkan sehabis hari ketujuh dari kelahiran.

Menurut Syaikh Shalih Fauzan Al-Fauzan, anak yang lahir dalam kondisi meninggal tidak disyariatkan aqiqahnya. Karena binatang aqiqah disembelih sebagi tebusan bagi anak yang lahir, berharap keselamatannya, dan dijauhkan dari gangguan syetan. Seperti yang ditulis Ibnul Qayim di kitabnya Tuhfatul Wadud fi Ahkamil Maulud. Berarti, tujuan ini tidak terpenuhi dari anak yang lahir sudah meninggal. | Hukum Aqiqah Bayi yang Sudah Meninggal

Ada sebagian ulama memahami hadits setiap anak tergadai dengan Aqiqahnya yakni anak yang anyar lahir jikalau meninggal masih bayi akan mampu memberi syafaat ke orang tuanya, jikalau dia diaqiqahi. Menurut Ibnul Qayyim pendapat ini lemah dan tidak benar. ia menyebutkan pesan tersirat aqiqah:

  1. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam ketika menebus Ismail.
  2. Menjauhan syetan dari anak yang anyar lahir. Makna hadits “setiap anak tergadai dengan aqiqahnya” yakni dijauhkan dari syetan, sebagaimana yang dipilih Ibnul Qayyim.

Namun bagi siapa yang ingin mengaqiqahi anaknya yang lahir dalam kondisi sudah meninggal dan menggapnya baik silahkan dia lakukan, kami tidak mengingkarinya. Namun pendapat yang lebih kuat, mengaqiqahi anak yang meninggal ketika lahir yakni tidak disyariatkan. Wallahu A’lam.

{ Comments are closed }

Chat Sekarang
1
Chat Sekarang
Ada yang bisa kami bantu untuk Aqiqahnya..?