Browsing: Artikel Aqiqah

Alamat Rumah Sakit Bersalin Bandung

Alamat rumah sakit bersalin bandung

Alamat Rumah Sakit Bersalin Bandung Sebagai tambahan informasi yang mungkin sedang Anda cari.

AqiqahBandung.id kali ini akan membagikan informasi tentang Alamat Rumah Sakit Bersalin Bandung lengkap dengan Nomor telp yang tertera.

Berikut ini rinciannya:

Alamat Rumah Sakit Bersalin Limijati

Ada di Jalan RE Martadinata Nomor 9

Nomor Telp. 022-420770

Alamat Rumah Sakit Bersalin Tunas Harapan

Ada di Jalan Maskumambang Nomor 39

Nomor Telp. 022-7310192

Rumah Sakit Bersalin Ibu dan Anak Sukajadi

Ada di Jalan Sukajadi Nomor 149

Nomor Telp. 022-2044002

Rumah Sakit Bersalin Astana Anyar

Ada di Jalan Astanaanyar Nomor 224

Nomor Telp. 022-5201139

Rumah Salit Bersalin Ibu dan Anak Hermina Pasteur

Ada di Jalan Pasteur Nomor 107

Nomor Telp. 022-6072525

Rumah Sakit Bersalin Buah Hati

Ada di Jalan Grand Hotel Nomor 66 Lembang

Nomor Telp. 022-2784774

Rumah Sakit Bersalin Dr Ahmad Biben

Ada di Jalan Maskumambang Nomor 39

Nomor Telp. 022-7309191

Rumah Sakit Bersalin Melati Bunda

Ada di Jalan Kiaracondong Nomor 1-A/304

Nomor Telp. 022-7311759

Rumah Sakit Bersalin Harapan Kita

Ada di Jalan Cijerah Nomor 47

Nomor Telp. 022-6022102

Rumah Sakit Bersalin Kartini

Ada di Jalan Pahlawan Nomor 48

Telp. 022-7200715

Rumah Sakit Bersalin Klinik Mutiara Cikutra

Ada di Jalan Cikutra Nomor 115 A

Telp. 022-7216058

Rumah Sakit Bersalin Tedja

Ada di Jalan RE. Martadinata (Riau) Nomor 97

Telp. 022-4234130

Rumah Sakit Bersalin Suci

Ada di Jalan Golf Barat Nomor 23

Telp. 022-773786

Rumah Sakit Bersalin Emma Poeradiredja

Ada di Jalan Sumatra Nomor 46-48

Telp. 022-4205437

Rumah Sakit Bersalin Khadijah Ummul Muminin

Ada di Jalan Sarimanah II 81 Sarijadi Sukasari

Telp. 022-2019177

Rumah Sakit Klinik Bersalin Bidan Mira Karmila

Ada di Jalan Pagarsih Gg. Pasantren 140/88

Telp. 022-6021206

Rumah Sakit Klinik Bersalin Kumala Bunda

Ada di Jalan Pungkur 105

Telp. 022-4204846

Rumah Sakit Klinik Bersalin Permata Hati

Ada di Jalan Taman Kopo Indah Raya 99-A

Telp. 022-5424215

Rumah Sakit Bersalin Al-Islam

Ada di Jalan Awi Bitung Nomor 29-31

Nomor Telp. 022-7208284

Rumah Sakit Bersalin Wening Galih

Ada di Jalan Kopo Nomor 18

Nomor Telp. 022-6015716

Baca Juga:

{ Comments are closed }

Aqiqah Untuk Diri Sendiri

Aqiqah untuk diri sendiri menurut pendapat beberapa ulama.

aqiqah untuk diri sendiri, hukum aqiqah untuk diri sendiri
aqiqah untuk diri sendiri

Aqiqah untuk diri sendiri. Banyak cerita yang sering kita dengar di Masyarakat. Misalnya; ada orang yang telah dewasa, namun waktu lahir atau ketika bayi belum pernah diaqiqahi oleh kedua orang-tuanya.

Maka muncul pertanyaan yang berkaitan dengan aqiqah,

Bagaimana hukumnya?.

Atau bagi Ihkwan atau Akhwat yang diberi rezekinya ketika telah beranjak dewasa, apa boleh aqiqah untuk diri sendiri?

Berikut tulisan di bawah ini yang mudah-mudahan dapat memberi pencerahan.

Boleh melaksanakan selain hari ketujuh.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” membolehkan mengaqiqahi anak sebelum hari ke tujuh.

Sementara Ibnu Hazm dalam kitabnya “al-Muhalla” membolehkan mengaqiqahi anak setelah hari ke tujuh.

Argumen aqiqah untuk diri sendiri

Argumen pertama, menurut pendapat sebagian ulama bahwa aqiqah itu hukumnya sunnah yang ditekankan (muakkad). Dan yang diberikan amanat ibadah ini adalah orang tua.

Maka apabila Aqiqah belum ditunaikan, sunnah ibadah aqiqah sebetulnya tidak gugur, meskipun anaknya sudah baligh. Apabila seorang bapak sudah mampu melaksanakan ibadah aqiqah, maka sangat dianjurkan agar segera melaksanakan ibadah.

Argumen Kedua, bila anak tak kunjung diaqiqahi orangtuanya, apakah anak boleh untuk mengaqiqahi diri sendiri?

Ulama berbeda pandangan menyikapi persoalan ini. Kami kutip beberapa argumen kuat yaitu:

Ibnu Qudamah berkata, “kalau dia belum diaqiqahi sama sekali, lalu baligh serta bekerja, maka sesungguhnya dia tidak wajib untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri.”

Imam Ahmad mengatakan “Aqiqah adalah kewajiban orang tua, oleh karena itu tidak wajib mengaqiqahi diri sendiri. Karena jika merujuk pada sunnah maka ini adalah beban orang tua”.

Sementara Imam Atha dan Hasan Al-Bashri berkata, “Dia boleh mengaqiqahi diri sendiri, karena aqiqah adalah anjuran, dan dia tergadai dengan aqiqahnya. Karenanya disarankan untuk membebaskan dirinya.” sebagaimana dalam sebuah hadits;

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, sembelihlah (domba) pada hari ketujuh, lalu cukur serta berikan nama (pada anak tersebut).” (HR.Imam Ahamd, Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibn Majah)

Demikian sedikit artikel dari AqiqahBandung.id tentang Aqiqah untuk diri sendiri Wallahu Alam.

Salah satu sumber rujukan: https://en.wikipedia.org/wiki/Aqiqah

Untuk informasi atau pemesanan layanan aqiqah Bandung bisa hubungi :

0877 0034 7724 Pak Yudha

Layanan aqiqah Bandung – Buka dari jam 08.00-16.00 WIB

Alamat Lengkap Kami: Jl. Desa Cipadung No 47 Cibiru Bandung


Layanan aqiqah Bandung Barat: Batujajar, Cikalongwetan, Cihampelas, Cililin, Cipatat, Cipeundeuy, Cipongkor, Cisarua, Gununghalu, Lembang, Ngamprah, Padalarang, Parongpong, Rongga, Sindangkerta dan Saguling

Layanan aqiqah Cimahi : Cibeber, Cibeureum, Leuwigajah, Melong, Setiamanah, Karangmekar, Cigugur Tengah, Pasirkaliki, Cipageran, Citeureup, Padasuka, Cibabat dan Baros.

TELP/SMS/WA: 0877 0034 7724

{ Comments are closed }

Hukum Aqiqah dalam Islam

Hukum Aqiqah Dalam Islam, Dalil aqiqah, hadis aqiqah

Hukum Aqiqah Dalam Islam

Bagaimana sebetulnya hukum aqiqah dalam Islam itu? Lalu dalil dan hadits shahih riwayat siapa saja yang menjelaskan secara lengkap mengenai hukum aqiqah dalam Islam ini?

Aqiqah Dalam Islam: Dalil Hadis Shahih

Hadis-hadis shahih yang menjelaskan aqiqah riwayat-riwayat berikut ini:

Hadits dari jalan Ibnu ‘Abbas:

أن النبي صلى الله عليه وسلم عق عن الحسن والحسين كبشا كبشا

“Sesungguhnya Nabi SAW telah mengaqiqahi cucunya yaitu Al Hasan dan Al Husain dengan satu ekor kambing masing-masing.”

(HR. Abu Daud. Al Albani menjelaskan bahwa hadits ini shahih)

Aqiqah Dalam Islam: Dalil Tentang Jumlah Domba Atau Kambing

Hadis-hadis shahih yang berapa jumlah hewan domba atau kambing dapat kita baca dalam hadis berikut ini:

Dari jalan Ummu Kurz Al Ka’biyyah berkata; saya mendengar Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda;

« عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ سَمِعْتُ أَحْمَدَ قَالَ مُكَافِئَتَانِ أَىْ مُسْتَوِيَتَانِ أَوْ مُقَارِبَتَانِ.

“Untuk anak laki-laki dua kambing seukuran sedang bagi anak perempuan satu kambing.” Abu Daud berkata, saya mendengar Ahmad berkata, “Mukafiatani diartikan dengan sama atau seukuran.”

(HR. Abu Daud. Al Albani menjelaskan bahwa hadits ini shahih)

Dikuatkan pula oleh hadis yang lain:

Dari jalan Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia pernah berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Rasululllah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memerintahkan mereka, bagi putera laki-laki aqiqahnya  dua ekor domba sedangn anak perempuan cukup satu ekor domba.”

(HR. Tirmidzi no. 1513. Al Albani menjelaskan bahwa hadits ini shahih)

Jika merujuk kedua hadits di atas maka sebetulnya lebih utama jika berqiqah itu jumlahnya dua ekor apabila anaknya laki-laki sedang seekor apabila anaknya perempuan. Kalaupun tidak bisa dua ekor maka boleh saja seekor bagi anak laki-laki. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan berikut ini:

Pesan Jasa Aqiqah Bandung Disini.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا.

“Sesungguhnya Nabi SAW telah mengaqiqahi cucunya yaitu Al Hasan dan Al Husain dengan satu ekor kambing masing-masing.”

(HR. Abu Daud. Al Albani menjelaskan bahwa hadits ini shahih)

Wallahu’alam bissawab

{ Comments are closed }

Chat Sekarang
1
Chat Sekarang
Ada yang bisa kami bantu untuk Aqiqahnya..?