7 Cara Ikhitar Orangtua agar Anaknya Menjadi Shaleh

Anak merupakan anugerah sekaligus amanah yang Allah berikan pada setiap orang tua. Karenanya mendidik supaya anak menjadi pribadi yang shaleh dan taat merupakan tugas orang tua karena kelak akan dimintai pertangggung jawabannya di hari akhir.

Sayangnya, tugas mendidik anak supaya shaleh/shalehah tak dapat dilakukan dengan instant, perlu keistikomahan dan konsistensi tingkat tinggi.

Triana Luthfiyah Lc, mengatakan bahwa ada 7 cara yang harus kita perhatikan sebagai orang tua dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.

1. Ajarkan Mahabatullah – Mencintai Allah

Allah berfirman:

Katakanlah, jika kamu (sungguh) mencintai Allah, maka ikutilah (petunjuk) Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni (segala) dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali Imran: 31)

Jika kita simak ayat di atas maka mencintai Allah Ta’ala adalah hal teramat penting sebagai pegangan hidup di dunia sekaligus kebahagiaan di akhirat.

Sebagai orang tua ajarkan dan tanamkanlah kecintaan pada Allah sedini mungkin kepada anak-anak kita. Supaya kelak disaat anak beranjak dewasa dengan segala aktifitasnya, ia lakukan karena cinta yang besar kepada Allah.

Kecintaan kepada Allah adalah salah satu pondasi yang wajib kita tanamkan pada anak kita. Fungsinya sebagai pelindung supaya tidak jatuh tergelincir ke jalan yang sesat dalam mengarungi kehidupan dunia fana ini.

Jika cinta pada Allah sudah jadi mendarah daging pada anak kita. Maka tidak akan sulit lagi menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.

2. Kenalkanlah kalimat-kalimat tauhid (Laaillahailallah)

Ikhtiar mendidik anak supaya menjadi pribadi yang shaleh / shalehah salah satunya dengan mengenalkan kalimat tauhid sedini mungkin.

Lebih bagus lagi apabila dikenalkan kalimat tauhid sejak dalam kandungan. Tapi bila sudah terlewat maka bisa dengan cara sering memperdengarkan kalimat tauhid di telinganya.

Dalam sebuah hadis hasan Al-Imam At-Tirmidzi, Ibnu Abbas pernah bercerita : “Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah”

3. Ajarkan untuk minta pertolongan hanya kepada Allah

Ajarkanlah pada anak agar apabila membutuhkan pertolongan maka mintalah pada Allah. Yakinkan anak bahwa Allahlah satu-satunya penolong dalam semua permasalahan.

4. Ingatkan anak bahwa Allah selalu mengawasi tiap gerak-gerik kita

Tanamkan keyakinan pada anak bahwasanya Allah senantiasa mengawasi tiap tingkah laku kita. Beri kepercayaan, jangan menyangsikan pernyataannya dan katakan bahwa Allah selalu mengawasi kita.

5. Kenalkan Rasul-Nya pada anak-anak

Buatlah anak mengenal nabi, karena ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang.

Salah satu metode mendidik anak agar kelak menjadi pribadi yang shaleh yaitu menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallahu alaihi wasallam mulai sejak ia dalam kandungan sampai beliau wafat.

Kisahkan juga keluarga Rasulullah dan para sahabat. Sampaikan dengan kemasan dan cara yang menarik layaknya para pendongeng professional.

Apalagi anak-anak pada usia balita semangat sekali ketika dibacakan sebuah kisah, bacakanlah menggunakan gaya teatrikal sehingga tampak dan terdengar lebih menarik.

Setelah anak tau kisahnya, lalu ajaklah anak untuk mengamalkan satu persatu nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam cerita tersebut. Contohnya minumlah menggunakan tangan kanan. Tidak minum berdiri atau berjalan, tebarkan salam, bersifat santun, amanah dan sebagainya.

6. Ajarkan Alquran agar terbiasa

Sejak dini kenalkan pada Alquran supaya kelak menjadi pribadi yang shaleh. Hidupkan suara mp3 ayat-ayat quran tiap hari, agar anak terbiasa mendengar bacaan quran.

Misalnya memperdengarkan surat al-Fatihah 4 kali dalam sehari yang dilakukan selama seminggu. Lalu setelah itu ganti lagi surat pendek lain dan seterusnya.

Jika anak sudah bisa diajarkan membaca alquran maka perlahan-lahan ajari sampai dapat membaca dengan lancar.

Tidak mudah dan butuh kesabaran ekstra. Tapi yakinkan dalam hati dan mintalah doa pada Allah SWT agar putera dan puteri kita menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.

7. Tanamkan Kepercayaan pada “qada” dan “qadar”

Cara mendidik anak agar menjadi shaleh/shalehah yaitu dengan melatih anak meyakini akan keberadaan qodo dan qodar.

Tanamkan keyakinan pada anak bahwa Allah-lah yang memegang takdir tiap insan. Allah tahu hal terbaik bagi makhluknya.

Penutup

Keimanan merupakan hal pertama yang mesti kita tanamkan pada anak sebelum ilmu apapun. Dalam proses mengajarkan anak akan keimanan hendaknya disesuaikan dengan jenjang usianya. Bisa dengan bercerita, berkisah, membacakan buku dan mendongeng.

Mudah-mudahan tulisan tentang 7 cara menshalehkan anak ini bermanfaat. Wassalam