Semua orangtua muslim pastinya mendoakan dan mengharapkan anaknya menjadi pribadi yang shaleh/shalehah, cerdas serta membanggakan.
Kunci supaya anak menjadi cerdas justru ada di rumah, ada pada diri Ayah dan Bunda. Supaya lebih mencontoh kehidupan Rasul maka tak ada salahnya jika Ayah dan Bunda menerapkan tips mendidik anak ala Rasulullah ini. Insya Allah bisa mencerdaskan anak baik emosional maupun intelektual.
A. Anak di usia 0 sampai 6 tahun: Perlakukan mereka bak seorang raja.
Anak-anak di usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau golden age. Disebut demikian bukan tanpa alasan. Karena pada usia ini proses tumbuh kembang sangatlah cepat tanpa Ayah dan Bunda sadari.
Rasulullah mencontohkan pada ummatnya untuk selalu bertutur kata yang baik, memperlakukan mereka dengan lemah lembut ketika masih berusia dari 0 sampai 6 tahun.
Berikanlah kasih sayang secara penuh, manjakan dan rawat mereka sepenuh hati, bangun kedekatan termasuk di dalamnya pola mendidik yang baik.
B. Anak usia 7 sampai 14 tahun: Perlakukan mereka seperti tawanan perang
Di usia anak 7 sampai 14 tahun, kenalkanlah kepada anak tentang tanggung jawab dan kedisiplinan. Ayah dan Bunda perlu melatih anak dimulai dengan memisahkan tempat tidurnya sendiri serta mengajak untuk melaksanakan shalat 5 waktu berjamaah.
Pukul anak jika tak mau mendirikan shalat, bukan berarti tujuannya untuk menyakiti atau memukul kepalanya ya. Sebagaimana hadis;
“Ajaklah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka berusia 7 tahun, dan pukulah mereka jika meninggalkannya, bila mereka sudah berusia 10 tahun pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud).
C. Anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan mereka layaknya sahabat
Usia 15 sampai 21 tahun adalah ketika anak cenderung memberontak, sehingga pendekatan yang dibutuhkan pun berbeda, Ayah dan Bunda sebaiknya bersahabat dengan mereka.
Tujuannya supaya ketika mereka melakukan kesalahan maka Ayah dan Bunda bisa luruskan, sebab Ayah dan Bunda secara emosional sudah dekat dengan anak.
Ciptakan rasa aman dan nyaman pada anak, tunjukan bahwa Ayah dan Bunda bisa dipercaya layaknya seorang sahabat yang siap mendengar semua cerita curahan hati.
Tak ada anak yang terlahir bisa memilih orangtuanya, maka berikan dan jalinlah pendekatan terbaik seperti mendidik anak metode Rasulullah ini. Semoga bermanfaat. Salam.
Pada dasarnya tiap manusia adalah makhluk sosial karenanya ia membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain. Sayangnya interaksi sosial menjadi suatu hal yang sangat menakutkan dan melelahkan apalagi buat orang-orang yang tidak terbiasa. Lebih-lebih di era ponsel pintar ini, orang jadi semakin individualistis. Bisa kita lihat ketika kumpul keluarga, orang-orang justru sibuk dengan ponselnya masing-masing.
Melihat fenomena ini sebaiknya Ayah dan Bunda membiasakan putera dan puterinya untuk berinteraksi sosial.
Lalu bagaimana supaya anak-anak lebih mudah berinteraksi sosial dengan baik dan benar?
Dalam ajaran Islam, ada beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh ayah dan bunda agar anaknya mudah berinteraksi sosial.
Pertama, yaitu mengajarkan putera-puterinya untuk membiasakan menyapa serta mengucapkan salam pada tiap orang yang dikenalnya.
Menyapa sesama muslim dengan mengucap salam adalah hal paling mendasar yang harus Ayah dan Bunda ajarkan pada anak. Sebab memberikan salam pada sesama Muslim merupakan bentuk penghormatan tertinggi sekaligus mendoakannya.
Imam Bukhari mengatakan bahwa sahabat Anas bin Malik r.a. apabila berpapasan dengan anak-anak, Beliau mengucap salam pada mereka. Kemudian dia berkata, “Nabi SAW pun melakukan hal demikian.” (H.R. Al-Bukhari)
Tips supaya anak terbiasa untuk mengucapkan salam pada orang lain, yaitu Ayah dan Bunda memberikan contoh nyata dengan menyapa anak-anak kecil terlebih dahulu. Rasulullah SAW terbiasa mengucapkan salam pada anak-anak sehingga akhirnya mereka terbiasa akan hal itu. Jika sudah terbiasa, anak-anak akan berinisiatif untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.
Ibnu Baththal berkata, “Ucapan salam dari Nabi SAW pada anak-anak adalah wujud ketawadhuan, akhlak yang agung, dan kemuliaan sifat beliau. Hal tersebut adalah percontohan satu akhlak yang melekat pada sunnah. Anak-anak dilatih dengan adab yang mulia, kelak jika mereka baligh maka melekat pada diri mereka adab Islam.” (Syarah Shahih Al-Bukhari)
Kedua, ajaklah putera dan puteri Ayah dan Bunda menginap di rumah saudara atau kerabat yang saleh. Seringnya menginap nantinya akan ada interaksi sosial di luar keluarga inti (Ayah dan Bunda). Mereka nantinya akan berinteraksi dengan nenek, kakek, paman, bibi, serta sepupu.
Dalam riwayat dari Ibnu Abbas r.a., Beliau mengajarkan kepada para anak untuk bersemangat bermalam di rumah kerabatnya yang saleh serta mengambil faedah dari mereka. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Saya bermalam di rumah bibiku, Maimunah binti Al-Harits, istri Nabi saw.” (HR. Al-Bukhari)
Kemudian yang terakhir, Suruhlah putera dan puteri Ayah dan Bunda. Ketika ditugaskan oleh orang tua, rasa percaya diri sang anak akan tumbuh dalam sedikit demi sedikit.
Anak akan terbiasa beradaptasi dengan hal-hal yang dulunya tak pernah ia lakukan. Sehingga saat dewasa nanti ia akan lebih mudah beradaptasi dan melakukan tugas-tugas karena sudah punya pengalaman ketika masih kecil.
Anas bin Malik RA berkata, “Suatu ketika saya membantu Nabi SAW, ketika pekerjaan selesai. Rasul pun tidur sejenak, saya pun keluar ke tempat anak-anak yang sedang bermain. Saya mendatangi mereka untuk melihat permainan mereka. Rasul datang mengikutiku kemudian mengucap salam pada anak-anak yang bermain itu. Rasul lalu memanggil dan menugaskanku untuk suatu keperluan. Saya pun melakukan perintahnya.” (HR. Ahmad)
Penutup
Demikianlah tiga cara yang dapat Ayah dan Bunda lakukan agar anak sering dan terbiasa melakukan interaksi sosial.
Pertama, membiasakan anakmengucapkan salam pada sesama muslim.
Kedua, ajak anak untuk menginap di rumah saudara/kerabat.
Lalu ketiga, membiasakan anak menyelesaikan tugas-tugas kecil.
Banyak yang bertanya tentang bagaimana hukum aqiqah anak di luar pernikahan.
Sebagai seorang muslim yang bukan ahli dalam hukum Islam maka penulis Ittiba pada Keputusan Dewan Hisbah Persatuan Islam 25-26 Agustus 2015 yang Isinya.
Perihal
Hukum Aqiqah Anak Di Luar Nikah
بسم الله الرحمن الرحيم
Dewan Hisbah Persatuan Islam telah:
Mengingat:
Dasar hukum Alquran Surat Fathir ayat 18 Allah Berfirman Allah SWT :
Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. ( QS.Fathir : 18 )
“Tiap bayi tergadai dngan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) baginya di hari ke tujuh, dicukur (rambutnya) kemudian diberi nama” [HR Abu Daud, nomor ke 2838, Imam Tirmidzi nomor ke 1522, Imam Ibnu Majah nomor ke 3165 dll periwayatan Samurah bin Jundub r.a. Hadits ini kemudian dishahihkan oleh al-Hakim yang disetujui adz-Dzahabi, Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dan Syaikh al-Albani dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah halaman ke 97] .
Abu Daud terdapat hadis:
مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى
Tiap anak dengan aqiqahnya, maka sembelihlah hewan (domba, sapi atau kambing) dan hilangkanlah gangguan (gadaian) darinya.
Hadits riwayat Malik:
أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ
Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk beraqiqah dua ekor domba/kambing yang seumur dan sebesar (2 ekor) untuk bayi laki-laki dan satu ekor saja (kambing/domba) bagi bayi perempuan.
Siapa diantara kamu ingin beribadah (aqiqah) untuk anaknya hendaknya untuk anak laki-laki dua ekor hewan ternak (kambing/domba) yang sama usianya dan untuk anak perempuan setu ekor hewan (kambing/domba)
Menimbang:
Pada dasarnya semua anak itu lahir dalam keadaan suci.
Tiap bayi yang lahir itu tergadai samapai diaqiqahkan.
Dalil-dalil Alquran dan hadis tentang syari’at aqiqah tidak membeda-bedakan apakah anak hasil zina dengan hasil nikah.
Manusia sepanjang hidupnya pasti akan terus digoda oleh setan sampai ajal menjemput dirinya. Tak terkecuali seorang bayi yang baru lahir, dia akan diganggu setan. Dalam Alquran surat Shaad ayat 77-83, Allah menjelaskan bahwa iblis bersumpah akan selalu mengganggu dan menyesatkan seluruh umat manusia.
Allah berfirman Dalam ayat tersebut, “Keluarlah kamu dari surga; sungguh kamu adalah (makhluk) yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku (terus menerus) padamu hingga hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri panjangkanlah (umur) aku sampai hari kebangkitan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya (hukuman) kamu termasuk orang-orang akan ditangguhkan, hingga hari yang telah ditentukan waktunya (yaitu hari Kiamat).” Iblis menjawab: “Demi Allah aku akan menyesatkan mereka (manusia), kecuali hamba-hamba-Mu di antara mereka yang mukhlis.” (QS. Shaad: 77-83)
Allah kemudian memperingatkan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh nyata manusia. Allah berfirman, “Sesungguhnya setan itu merupakan musuh nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sungguh setan-setan itu mengajak golongannya agar mereka jadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)
Membaca ayat di atas hendaknya Ayah dan Bunda melindungi anak-anak yang baru lahir dari gangguan setan. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh Ayah dan Bunda agar putera dan puterinya terhindar dari gangguan setan? Solusinya adalah dengan memanjatkan doa kepada Allah.
Rasulullah SAW acapkali membacakan doa untuk meminta perlindungan kepada Allah bagi Hasan dan Husain. Berikut ini doa yang dipanjatkan;
“Audzu bi kalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin”. “Aku berlindung dengan kalimah-kalimah Allah yang sudah sempurna yaitu dari godaan setan, hewan beracun dan dari pengaruh ‘ain’ yang jelek).” (HR. Bukhari)
Lebih dari itu Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwasanya tiap anak manusia itu diganggu setan ketika dilahirkan. Maka tidak heran tiap bayi yang dilahirkan mengeluarkan tangisan yang keras. Hal tersebut terjadi karena adanya sentuhan antara setan dan bayi.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tiap-tiap anak manusia diganggu setan saat dilahirkan, makanya dia menangis teriak, itu karena disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya Isa Almasih.” (HR. Bukhari)
Mengapa Maryam dan Isa Almasih tidak pernah diganggu oleh setan, ternyata Istri Imran membacakan satu doa ketika melahirkan Maryam. Pernah dikisahkan dalam Alquran ayat 35-36 surat Ali Imran.
Dalam kedua ayat ini dikisahkan, “Dan ingatlah ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhan, Sesungguhnya aku bernazar pada-Mu jika anak dalam kandunganku adalah hamba yang saleh maka dia akan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Maka dari itu terimalah (nazar) ini dariku. Sesungguhnya Allahlah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Tatkala melahirkan anaknya isteri ‘Imran berkata: “Ya Allah ya Tuhanku, sungguh aku melahirkan seorang anak perempuan; Allahlah yang lebih mengetahui apa (jenis kelamin) yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidak seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku sudah menamainya Maryam dan sungguh aku mohon perlindungan untuknya serta keturunannya kelak, lindungilah dia oleh Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (QS. Ali Imran: 35-36)
Dengan doa di atas kemudian Allah pun mengabulkannya. Tumbuhlah Maryam menjadi pribadi yang shalihah. Allah senantiasa memberi perlindungan pada Maryam serta keturunannya dari gangguan dan godaan setan.
Sehingga surat Ali Imran ayat ke 35-36 bisa dijadikan rujukan doa untuk memohon perlindungan agar bayi Ayah dan Bunda terhindar dari gangguan setan.
Penutup
Agar putera dan puteri dari Ayah dan Bunda terhindar dari gangguan setan maka bisa mengamalkan doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW ketika memohon perlindungan bagi Hasan dan Husein.
Ataupun Ayah dan Bunda dapat mengamalkan doa yang pernah dipanjatkan Istri Imran. Yaitu doa-doa yang terdapat pada surat Ali Imran ayat ke 35 dan 36.
Dalam artikel sebelumnya menerangkan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Aqiqah lebih afdhol jika dilaksanakan di hari ketujuh pasca melahirkan. Pada hari ketujuh pula dianjurkan memberi nama anak serta mencukur habis rambutnya.
Meskipun demikian, aqiqah masih bisa dilaksanakan apabila sudah dewasa. Seperti pernah dibahas dalam artikel: Hukum aqiqah setelah dewasa. Orang tua tidak lagi diwajibkan membiayi aqiqah anaknya apabila sudah dewasa. Yang mesti mengaqiqahkan dirinya adalah anak itu sendiri.
Dalam hukum Islam Aqiqah dibolehkan menyembelih satu hewan baik bagi anak-laki-laki dan perempuan. Dalilnya yaitu Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi. Rasulullah menyembelih (aqiqah) satu ekor kambing untuk Hasan.
Akan tetapi, lebih afdhal dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor untuk perempuan. Dalil yang membahas hal ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan imam al-Tirmidzi, dalam hadit tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah memerintahkan untuk menyembelih dua ekor hewan (kambing) untuk anak laki-laki dan seekor hewan (kambing) untuk perempuan.
Pertanyaan selanjutnya bagaimana apabila anaknya kembar? Bolehkan satu kambing untuk dua anak? atau jumlahnya mesti sesuai dengan jumlah anak? Berkaitan dengan pertanyaan ini, Syeikh Musthafa Bugha dalam Fiqhul Manhaji menjelaskan bahwa sebetulnya tidak cukup hanya satu ekor kambing untuk beberapa orang anak karena yang disunnahkan adalah jumlah domba mesti disesuaikan dengan jumlah anak yang akan diaqiqahkan.
Argumen ini merujuk pada dalil hadis praktik aqiqah yang dilakukan Rasulullah. Beliau mengaqiqahkan cucunya Hasan dan Husein dengan satu ekor kambing tiap bayinya masing-masing. Keterangan ini shahih karena diriwayatkan dalam beberapa jalan yaitu Abu Daud, Hakim, dan lain-lain.
Anak merupakan anugerah sekaligus amanah yang Allah berikan pada setiap orang tua. Karenanya mendidik supaya anak menjadi pribadi yang shaleh dan taat merupakan tugas orang tua karena kelak akan dimintai pertangggung jawabannya di hari akhir.
Sayangnya, tugas mendidik anak supaya shaleh/shalehah tak dapat dilakukan dengan instant, perlu keistikomahan dan konsistensi tingkat tinggi.
Triana Luthfiyah Lc, mengatakan bahwa ada 7 cara yang harus kita perhatikan sebagai orang tua dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.
1. Ajarkan Mahabatullah – Mencintai Allah
Allah berfirman:
“Katakanlah, jika kamu (sungguh) mencintai Allah, maka ikutilah (petunjuk) Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni (segala) dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali Imran: 31)
Jika kita simak ayat di atas maka mencintai Allah Ta’ala adalah hal teramat penting sebagai pegangan hidup di dunia sekaligus kebahagiaan di akhirat.
Sebagai orang tua ajarkan dan tanamkanlah kecintaan pada Allah sedini mungkin kepada anak-anak kita. Supaya kelak disaat anak beranjak dewasa dengan segala aktifitasnya, ia lakukan karena cinta yang besar kepada Allah.
Kecintaan kepada Allah adalah salah satu pondasi yang wajib kita tanamkan pada anak kita. Fungsinya sebagai pelindung supaya tidak jatuh tergelincir ke jalan yang sesat dalam mengarungi kehidupan dunia fana ini.
Jika cinta pada Allah sudah jadi mendarah daging pada anak kita. Maka tidak akan sulit lagi menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.
Ikhtiar mendidik anak supaya menjadi pribadi yang shaleh / shalehah salah satunya dengan mengenalkan kalimat tauhid sedini mungkin.
Lebih bagus lagi apabila dikenalkan kalimat tauhid sejak dalam kandungan. Tapi bila sudah terlewat maka bisa dengan cara sering memperdengarkan kalimat tauhid di telinganya.
Dalam sebuah hadis hasan Al-Imam At-Tirmidzi, Ibnu Abbas pernah bercerita : “Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah”
3. Ajarkan untuk minta pertolongan hanya kepada Allah
Ajarkanlah pada anak agar apabila membutuhkan pertolongan maka mintalah pada Allah. Yakinkan anak bahwa Allahlah satu-satunya penolong dalam semua permasalahan.
4. Ingatkan anak bahwa Allah selalu mengawasi tiap gerak-gerik kita
Tanamkan keyakinan pada anak bahwasanya Allah senantiasa mengawasi tiap tingkah laku kita. Beri kepercayaan, jangan menyangsikan pernyataannya dan katakan bahwa Allah selalu mengawasi kita.
5. Kenalkan Rasul-Nya pada anak-anak
Buatlah anak mengenal nabi, karena ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang.
Salah satu metode mendidik anak agar kelak menjadi pribadi yang shaleh yaitu menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallahu alaihi wasallam mulai sejak ia dalam kandungan sampai beliau wafat.
Kisahkan juga keluarga Rasulullah dan para sahabat. Sampaikan dengan kemasan dan cara yang menarik layaknya para pendongeng professional.
Apalagi anak-anak pada usia balita semangat sekali ketika dibacakan sebuah kisah, bacakanlah menggunakan gaya teatrikal sehingga tampak dan terdengar lebih menarik.
Setelah anak tau kisahnya, lalu ajaklah anak untuk mengamalkan satu persatu nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam cerita tersebut. Contohnya minumlah menggunakan tangan kanan. Tidak minum berdiri atau berjalan, tebarkan salam, bersifat santun, amanah dan sebagainya.
6. Ajarkan Alquran agar terbiasa
Sejak dini kenalkan pada Alquran supaya kelak menjadi pribadi yang shaleh. Hidupkan suara mp3 ayat-ayat quran tiap hari, agar anak terbiasa mendengar bacaan quran.
Misalnya memperdengarkan surat al-Fatihah 4 kali dalam sehari yang dilakukan selama seminggu. Lalu setelah itu ganti lagi surat pendek lain dan seterusnya.
Jika anak sudah bisa diajarkan membaca alquran maka perlahan-lahan ajari sampai dapat membaca dengan lancar.
Tidak mudah dan butuh kesabaran ekstra. Tapi yakinkan dalam hati dan mintalah doa pada Allah SWT agar putera dan puteri kita menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.
7. Tanamkan Kepercayaan pada “qada” dan “qadar”
Cara mendidik anak agar menjadi shaleh/shalehah yaitu dengan melatih anak meyakini akan keberadaan qodo dan qodar.
Tanamkan keyakinan pada anak bahwa Allah-lah yang memegang takdir tiap insan. Allah tahu hal terbaik bagi makhluknya.
Penutup
Keimanan merupakan hal pertama yang mesti kita tanamkan pada anak sebelum ilmu apapun. Dalam proses mengajarkan anak akan keimanan hendaknya disesuaikan dengan jenjang usianya. Bisa dengan bercerita, berkisah, membacakan buku dan mendongeng.
Mudah-mudahan tulisan tentang 7 cara menshalehkan anak ini bermanfaat. Wassalam
Aqiqah Panyileukan di AqiqahBandung.id sudah malang melintang melayani dan membantu katering Aqiqah di wilayah Bandung, Panyileukan dan Sekitarnya.
Prinsip yang kami utamakan adalah “Mudah dan Profesional”. Prioritas yang kami junjung yaitu kemudahan pelanggan dalam menjalankan ibadah aqiqah. Karenanya profesionalitas dan kecepatan adalah ciri khas usaha yang kami geluti.
Kami pun sudah mengantongi sertifikat dari MUI sehingga kami cukup yakin dalam menangani dan mengolah masakan kambing dan domba agar sesuai dengan tata cara yang syar’i.
Meskipun profesional dan memudahkan Anda, tapi paket aqiqah yang kami tawarkan sangat terjangkau dan bersahabat dengan kantong Anda.
Mengapa demikian? Pertama, kami memiliki peternakan domba aqiqah sendiri di wilayah Cileunyi. Kedua, kami menawarkan beragam harga yang sesuai dengan kebutuhan dan budget yang Anda miliki. Ketiga kami tidak mengambil terlalu besar keuntungan dari usaha ini, karena kami tau bahwa aqiqah adalah soal ibadah.
Jika Anda akan melaksanakan aqiqah yang sesuai syariah maka kami sarankan 2 ekor domba/kambing untuk laki-laki dan seekor untuk perempuan, sebagaimana hadits aqiqah riwayat Ahmad dan Tirmidzi dalam gambar di bawah ini:
DAFTAR HARGA PAKET DOMBA AQIQAH PANYILEUKAN
Memesan paket domba aqiqah Panyileukan di aqiqahbandung.id sudah termasuk:
GRATIS Biaya Potong
GRATIS Dokumentasi Video/Foto Pemotongan
GRATIS Biaya Masak
GRATIS Biaya Antar ke Rumah
GRATIS Sertifikat Aqiqah
GRATIS Risalah Aqiqah
GRATIS Souvenir Bingkai Foto Putera/i Anda
PRAKTIS & IRIT
Bayangkan hanya dengan 1.200.000, Ayah dan Bunda sudah bisa menjalankan ibadah aqiqah. Tinggal duduk santai di rumah, tidak perlu masak-memasak.
Jika Anda memiliki budget lebih dan ingin menjamu saudara dan tetangga sampai puas maka bisa memesan menu spesial aqiqah seperti yang tertera di gambar berikut ini:
Paket spesial bintang satu yang paling murah dengan harga Rp 2.150.000. Anda akan mendapatkan 60 porsi nasi kotak. Isinya; nasi putih, gule, 3 tusuk sate, soun cabe, kerupuk udang, buah pisang, air mineral, acar, alat makan (tisu, sendok dan tusuk gigi). Harga ini sudah masuk ongkos pengiriman dan foto sertifikat aqiqah.
Paket spesial bintang dua dengan harga sedang yaitu Rp 3.150.000. Anda akan mendapatkan 80 porsi nasi kotak. Isinya; nasi putih, gule, 3 tusuk sate, soun cabe, kerupuk udang, buah pisang, air mineral, acar, alat makan (tisu, sendok dan tusuk gigi). Harga ini sudah masuk ongkos pengiriman dan foto sertifikat aqiqah.
Paket spesial bintang tiga yang termahal dengan harga Rp 3.450.000. Anda akan mendapatkan 60 nasi kotak. Isinya; nasi putih, gule, 3 tusuk sate, soun cabe, kerupuk udang, buah pisang, air mineral, acar, alat makan (tisu, sendok dan tusuk gigi), ditambah sate terpisah 50 tusuk, gule kepala dan kaki, serta snack 60 boks. Harga ini sudah masuk ongkos pengiriman dan foto sertifikat aqiqah.
Ketiga paket ini sengaja kami tawarkan bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu dan repot ketika akan mengadakan acara tasyakur aqiqah di rumah. Karenanya, kami disini menawarkan solusi terbaik. Anda tak harus repot-repot mencari domba atau kambing aqiqah, yang kemudian harus ikut menyembelih serta mengurus dan memasak hewan tersebut.
PAKET NASI KOTAK AQIQAH PANYILEUKAN
Kami juga melayani pemesanan nasi kotak lengkap dengan harga yang bersahabat. Bisa pilih menu berikut ini sesuai kebutuhan dan budget yang Anda miliki.
Satu kotak nasi aqiqah paket hemat harganya Rp 14.000,- Anda akan mendapatkan nasi putih, sambal goring kentang, kerupuk udang, sambal dan lalapan, pisang, alat makan, acar, tisu sendok dan tusuk gigi.
Ada pula paket puas nasi kotak aqiqah harganya yaitu Rp 23.000 dengan isi nasi putih, sambal goring kentang, kerupuk udang, sambal dan lalapan, pisang, alat makan, acar, tisu sendok dan tusuk gigi, yang kemudian kami tambahkan ayam goreng/ayam bakar.
Informasi & Pemesanan:
0877 0034 7724 Pak Yudha
Mengapa pilih AqiqahBandung.id?
Harga Bersahabat
Harga terjangkau dan bersahabat untuk semua kalangan. Banyak pilihan paket aqiqah yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan.
Pengolahan Sesuai Syar’i
Orang yang menyembelih hewan aqiqah Panyileukan sudah mengantongi sertifikat MUI sehingga Anda tak perlu khawatir, Inshaa Allah sesuai kaidah fiqh dan hukum Islam. Selain itu kami pun merekamkan penyembelihannya khusus buat Anda.
Hewan Selalu Sehat
Domba yang kami pilihkan diperiksa terlebih dulu kesehatannya, kandangnya pun selalu dalam keadaan yang bersih.
Daging Maknyuss, Lezat dan Tidak Berbau
Urusan rasa kami tak pernah main-main. Masakan kami jamin enak, lezat dan tak bau amis.
Pembayaran Sangat Mudah
Pembayaran dapat Anda lakukan secara tunai ataupun transfer.
Bonus Banyak
Anda akan kami berikan beragam bonus seperti sertifikat aqiqah, bingkai foto anak, risalah aqiqah dan souvenir. Semuanya GRATIS.
GRATIS Pengiriman
Tidak perlu khawatir akan pengiriman. Kami memiliki mobil aqiqah sehingga kami yakinkan bahwa pengiriman tidak akan terlambat. Dimana pun Anda berada, InsyaAllah paket aqiqah Panyileukan akan sampai teng TEPAT WAKTU.