Browsing: Artikel Aqiqah

Aqiqah Ujungberung Bandung

Aqiqah Ujungberung

aqiqah ujungberung
aqiqah ujungberung

Paket Aqiqah Ujungberung

Layanan Aqiqah Ujungberung dan Sekitarnya Profesional dan Harganya Bersahabat

Kami membuka jasa layanan paket aqiqah bagi warga masyarakat di Ujungberung dan sekitarnya.

Kami menawarkan paket aqiqah dengan berbagai keunggulan. Ayah dan Bunda bisa mempertimbangkan untuk mengamanahkan ibadah sunnah aqiqahnya kepada kami.

Keunggulan aqiqah kami yang patut Ayah dan Bunda pertimbangkan:

  • Alhilal Aqiqah Ujungberung menyediakan hewan dan domba yang berkualitas,
  • Tim penyembelih kami pun sudah bersertifikat MUI,
  • Koki dan tim dapur kami sangat handal, ketika mengolah olahan daging domba, masakannya enak dan tidak bau,

Keunggulan itu memang diusahakan oleh Tim Aqiqah kami supaya muslim yang berada di daerah Ujungberung dan sekitarnya bisa terbantu, khususnya ketika mengurus ibadah aqiqah. Mulai dari proses penyembelihan sampai siap disantap, supaya Anda nyaman dan praktis.

Layanan Aqiqah Bandung Ujungberung

Kenapa lebih baik memilih Al-Hilal Aqiqah Ujungberung?

  • Kami menyediakan pilihan, Ayah dan Bunda bisa memilih daging mentah atau sudah diolah menjadi masakan seperti gule, sate dll
  • Kami ANTAR GRATIS
  • Kualitas rasa masakan sangat terjamin karena dikelola dan dimasak oleh koki dan juru masak yang berpengalaman
  • Aqiqah Ayah dan Bunda Insya Alloh berkah karena di sini sekaligus bersedekah. Setelah dikurangi biaya operasional keuntungan aqiqah ini dipergunakan untuk mendukung program anak yatim.
  • Ayah dan Bunda akan mendapat sertifikat dan buku risalah aqiqah
  • Jika Ayah dan Bunda berniat untuk mendistribusikan ke panti-panti asuhan dan desa desa, kami akan dengan senang hati mengantakannya.
  • Halal serta higienis. Inshaa Allah pengelolaannya sesuai syariat.

Baca juga :

Harga Domba Aqiqah. Harga Nasi Kotak. Harga Paket Spesial.

Info dan Pemesanan Hubungi. Pusat Aqiqah BDG Cibiru

Telp : 022 7809 282

WhatsApp: 0877 0034 7724 (Yudha)

Kantor Aqiqah Kami Cibiru

Alamat : Jl. Desa Cipadung Nomor. 47 Cibiru Bandung

AqiqahBandung.id merupakan suatu unit usaha yang dijalankan dengan profesional dalam mengelola dan memasarkan produk – produk ternak domba untuk aqiqah.

Unit usaha ini sengaja kami kembangkan dan kelola yang kemudian keuntungan yang didapat sebagian besarnya dipergunakan untuk menunjang biaya operasional Lembaga Pendidikan Pesantren yang bernama Pesantren Yatim Alhilal Bandung. Khususnya untuk belajar dan menghafalkan Alquran

AQIQAH UJUNGBERUNG BANDUNG

{ Comments are closed }

Aqiqah Rancaekek Bandung

aqiqah rancaekek,aqiqah Rancaekek bandung, aqiqah Rancaekek, aqiqah murah, aqiqah bandung
aqiqah rancaekek

Aqiqah Rancaekek Bandung

Aqiqah Rancaekek Bandung

Mengapa sebaiknya kita melaksanakan ibadah Aqiqah?

Aqiqah adalah syariat Islam yang mempunyai nilai yang sangat luhur, Rasulullah SAW membagikan hikmah dan manfaat positif yang bisa dipetik dari ibadah ini. Yaitu; semangat berbagi, silturahim, ghirah saling mendoakan dan lain lain. Banyak sekali nilai dan hikmah positif yang terkandung dalam ibadah aqiqah ini. Karenanya, sebagai umat yang mengaku mengikuti sunnah Nabi sudah semestinya melaksanakan ibadah aqiqah.

Ayah dan Bunda tentu mendambakan anaknya menjadi shaleh, berbakti dan mengalirkan pahala kan?

Aqiqah merupakan gerbang penting untuk menanamkan nilai-nilai Islam dan keshalihan pada putera-puteri Ayah dan Bunda.

Dengan aqiqah, kami mendoakan agar sang bayi memperoleh kekuatan, kesehatan baik lahiriah maupun batin. Semoga dengan menjalankan ibadah aqiqah akan tumbuh nilai-nilai Ilahiyah di dalam diri sang anak.

Aqiqah Alhilal Rancaekek Bandung

Karena itu, alhamdulillah kami membuka jasa layanan Aqiqah Rancaekek, khususnya bagi masyarakat di Rancaekek dan sekitarnya.

Kami menawarkan berjuta keunggulan yang bisa Ayah dan Bunda pertimbangkan ketika melaksanakan ibadah sunnah aqiqah ini.

Keunggulan kami:

  • Aqiqah Rancaekek memiliki hewan ternak domba yang sangat berkualitas.
  • Tim penyembelih kami sudah bersertifikat MUI.
  • Tim ahli masak dapur kami sudah sangat handal dalam mengolah daging domba sehingga masakannya enak dan tidak bau.

Keunggulan-keunggulan di atas memang menjadi pedoman wajib, karena kami mengusahakan agar muslim yang memiliki rumah di daerah Rancaekek dan sekitarnya bisa terbantu.

Terutama dalam mengurus ibadah aqiqahnya. Mulai dari proses penyembelihan sampai siap disantap. Supaya nyaman dan praktis.

Aqiqah Bandung Rancaekek memberikan pelayanan maksimal dengan kualitas premium namun harga bersahabat, kami berpengalaman sejak 2013, telah dipercaya oleh banyak orang di Kota Bandung dan sekitarnya.

Baca Juga: Aqiqah Cimahi

Harga Domba Aqiqah Rancaekek Bandung, Harga Paket Nasi Kotak Aqiqah Rancaekek Bandung, Harga Paket Spesial Aqiqah Rancaekek Bandung

Kenapa harus memilih kami Aqiqah Rancaekek Bandung?

  • Kami menyediakan pilihan bisa daging mentah atau olahan berupa masakan, yaitu; sate, gule, dll
  • Kami antarakan GRATIS sampai depan rumah Anda.
  • Rasa masakan terjamin serta berkualitas karena diolah oleh juru masak yang berpengalaman
  • Aqiqah Anda Insya Alloh berkah, karena sebetulnya Anda bersedekah. Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan digunakan untuk mendukung program anak yatim.
  • Anda mendapat sertifikat, bingkai foto anak dan buku risalah aqiqah.
  • Bisa kami distribusikan ke panti-panti asuhan dan desa-desa. Jika Anda mau.
  • Halal serta higienis karena sesuai syariat. Sertifikat MUI No. 01161203470418

Info dan Pemesanan Hubungi

Telp : 022 7809 282

WhatsApp: 0877 0034 7724

Alamat Pusat : Jl. Desa Cipadung No. 47 Cibiru Bandung

Sekilas Aqiqah Bandung

Aqiqah Bandung merupakan unit usaha yang secara profesional dikelola untuk memasarkan produk – produk ternak domba dan kambing aqiqah.

Unit usaha ini kami kembangkan yang untuk kemudian keuntungan sebagian besar keuntungannya digunakan membangun dan menunjang operasional Lembaga Pendidikan Pesantren yang bernama Pesantren Yatim Alhilal Bandung, yang isi kurikulumnya yaitu belajar dan menghafalkan Alquran.

AQIQAH Rancaekek Bandung

{ Comments are closed }

Mengapa Anak Sulit Mendengarkan Orang Tua

Sebagai orangtua tentu kita akan frustasi bila melihat anak tidak mendengarkan mereka.

Saat anak-anak kita beri nasihat atau perintah, maka seakan-akan perintah atau nasihat itu masuk dari telinga kanan lalu keluar melalui telinga kiri.

Tentu saja otomatis membuat kita selaku orangtua menjadi emosi. Apa yang salah?

Ini adalah beberapa alasan mengapa anak kadang tidak mendengarkan orang tuanya.

1. Perintah Orangtua Bukan Sebuah Prioritas

Insting alamiah anak-anak memerintahkan dirinya itu bermain. Saat anak-anak sedang asyik bermain, perhatikan mereka, jangan terburu-buru memberi perintah. Dekati si kecil, lalu tatap matanya, dalam berbicara fokuslah ketika berbicara dengan mereka.

2. Otaknya Masih Berkembang

Saat berusia balita, frontal contex atau bagian otak depan masih dalam perkembangan. Ketika di tahap ini, anak-anak masih dalam masa belajar memisahkan mana yang termasuk prioritas dan mana yang masih keinginan mereka.

3. Terbiasa Diancam

Anak-anak yang terbiasa diancam untuk melakukan sesuatu biasanya akan menjadi kebiasaan. Misalnya, ketika Anda menyuruh anak menghabiskan makanan, anak masih saja malas-malasan untuk makan. Kemudian Anda mengancamnya dengan menakut-nakuti,

4. Protes

Secara alami, anak-anak itu mengidolakan kedua orangtua mereka tentu saja jika orangtua tersebut mendidik dengan cara yang benar. Sebaliknya, Anak-anak tidak akan mau mengikuti keinginan orangtuanya bila merasa ada hal yang kurang baik yang mengganggu psikologis-nya.

5. Anak Tidak “Tehubung” dengan Orangtua

Orangtua yang kurang dekat secara emosional dengan anaknya atau kurang memberikan perhatian yang wajar pada anak merupakan salah satu penyebab anak jadi kurang patuh.

Anak nantinya kurang terhubung dengan orangtua mereka. Karena itu, cobalah meluangkan lebih banyak waktu yang berkualitas bersama si kecil supaya mempererat hubungan antar kita dan anak-anak.

{ Comments are closed }

Aqiqah Cipadung Bandung

Aqiqah Cipadung Bandung
Aqiqah Cipadung Bandung

Aqiqah Cipadung Bandung telah berpengalaman membantu katering Aqiqah di wilayah Bandung, Cipadung Bandung dan Sekitarnya.

Kami memiliki prinsip “Mudah dan Profesional”. Kami senantiasa memberikan kemudahan pelanggan untuk menjalankan ibadah aqiqahnya. Profesionalitas dan kecepatan merupakan ciri khas kami.

Kami pun sudah mengantongi sertifikat dari MUI sehingga kami cukup yakin dalam menangani dan mengolah masakan kambing dan domba agar sesuai dengan tata cara yang syar’i.

Paket aqiqah yang kami tawarkan dijamin sangat terjangkau dan bersahabat dengan kantong Anda. Mengapa murah?

  • Pertama, kami mempunyai peternakan domba aqiqah sendiri di wilayah Cileunyi.
  • Kedua, kami memberikan banyak pilihan harga yang sesuai dengan kebutuhan atau budget yang Anda miliki.
  • Ketiga kami tidak mengambil keuntungan yang besar dari usaha ini, karena kami tau bahwa aqiqah itu ibadah.

Kalaupun Anda akan melaksanakan aqiqah yang sesuai syariah maka sembelihlah 2 ekor domba/kambing untuk laki-laki dan satu saja untuk perempuan, sebagaimana hadits aqiqah riwayat Ahmad dan Tirmidzi dalam gambar di bawah ini:

aqiqah Cipadung Bandung dan sekitarnya

DAFTAR HARGA PAKET DOMBA AQIQAH CIPADUNG BANDUNG

aqiqah Cipadung Bandung

Paket domba aqiqah Cipadung Bandung sudah termasuk:

  • GRATIS Biaya Potong
  • GRATIS Biaya Masak Alias Matang
  • GRATIS Antar ke Depan Rumah
  • GRATIS Sertifikat Aqiqah
  • GRATIS Risalah/Buku Aqiqah
  • GRATIS Souvenir Bingkai Foto Putera/i Anda
  • GRATIS Dokumentasi Video/Foto Pemotongan

PRAKTIS & IRIT

Bayangkan saja dengan hanya Rp. 1.200.000,- sudah bisa menjalankan ibadah aqiqah. Cukup duduk santai di rumah, tidak perlu repot masak-memasak.

Baca Juga:

MENU MASAKAN SPESIAL AQIQAH CIPADUNG BANDUNG

PAKET NASI KOTAK AQIQAH CIPADUNG BANDUNG

Informasi & Pemesanan:

0877 0034 7724 Pak Yudha

Mengapa pilih AqiqahBandung.id?

Harga Sangat Bersahabat

Harga kami pastikan sangat bersahabat untuk semua kalangan. Karena banyak pilihan paket aqiqah yang sesuai dengan kebutuhan.

Pengolahan Syar’i

Penyembelihan domba di aqiqah Cipadung Bandung telah bersertifikat MUI. Inshaa Allah sesuai kaidah hukum Islam yang benar. Selain itu jika Anda tak sempat hadir, akan kami rekamkan penyembelihannya khusus untuk Anda.

Hewan Selalu Sehat

Domba yang kami pilihkan telah diseleksi terlebih dulu, diperiksa kesehatannya, kandangnya dalam keadaan bersih terawat.

Daging Maknyuss, Tidak Berbau, Masakannya Enak

Untuk soal rasa kami tidak pernah main-main. Dijamin enak, lezat dan tak berbau daging domba yang amis.

Pembayaran Dipermudah

Pembayaran dilakukan secara tunai ataupun transfer.

Banyak Bonus

Kami memberikan beragam bonus kepada Anda seperti sertifikat aqiqah, bingkai foto anak, risalah aqiqah dan souvenir. Semuanya FREE/GRATIS.

GRATIS Pengantaran Sampai Rumah

Tidak perlu khawatir tentang pengiriman. Kami memiliki mobil/kendaran khusus aqiqah sehingga pengiriman tidak akan terlambat. Dimana pun Anda InsyaAllah paket aqiqah Cipadung Bandung akan sampai dengan TEPAT WAKTU.

Informasi & Pemesanan:

0877 0034 7724 Pak Yudha

{ Comments are closed }

Mendidik Anak Metode Rasulullah

Mendidik anak metode Rasulullah
Mendidik anak metode Rasulullah

Semua orangtua muslim pastinya mendoakan dan mengharapkan anaknya menjadi pribadi yang shaleh/shalehah, cerdas serta membanggakan.

Kunci supaya anak menjadi cerdas justru ada di rumah, ada pada diri Ayah dan Bunda. Supaya lebih mencontoh kehidupan Rasul maka tak ada salahnya jika Ayah dan Bunda menerapkan tips mendidik anak ala Rasulullah ini. Insya Allah bisa mencerdaskan anak baik emosional maupun intelektual.

A. Anak di usia 0 sampai 6 tahun: Perlakukan mereka bak seorang raja.

Anak-anak di usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau golden age. Disebut demikian bukan tanpa alasan. Karena pada usia ini proses tumbuh kembang sangatlah cepat tanpa Ayah dan Bunda sadari.

Rasulullah mencontohkan pada ummatnya untuk selalu bertutur kata yang baik, memperlakukan mereka dengan lemah lembut ketika masih berusia dari 0 sampai 6 tahun.

Berikanlah kasih sayang secara penuh, manjakan dan rawat mereka sepenuh hati, bangun kedekatan termasuk di dalamnya pola mendidik yang baik.

B. Anak usia 7 sampai 14 tahun: Perlakukan mereka seperti tawanan perang

Di usia anak 7 sampai 14 tahun, kenalkanlah kepada anak tentang tanggung jawab dan kedisiplinan. Ayah dan Bunda perlu melatih anak dimulai dengan memisahkan tempat tidurnya sendiri serta mengajak untuk melaksanakan shalat 5 waktu berjamaah.

Pukul anak jika tak mau mendirikan shalat, bukan berarti tujuannya untuk menyakiti atau memukul kepalanya ya. Sebagaimana hadis;

Ajaklah anak-anakmu untuk shalat ketika mereka berusia 7 tahun, dan pukulah mereka jika meninggalkannya, bila mereka sudah berusia 10 tahun pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud).

C. Anak usia 15 hingga 21 tahun: Perlakukan mereka layaknya sahabat

Usia 15 sampai 21 tahun adalah ketika anak cenderung memberontak, sehingga pendekatan yang dibutuhkan pun berbeda, Ayah dan Bunda sebaiknya bersahabat dengan mereka.

Tujuannya supaya ketika mereka melakukan kesalahan maka Ayah dan Bunda bisa luruskan, sebab Ayah dan Bunda secara emosional sudah dekat dengan anak.

Ciptakan rasa aman dan nyaman pada anak, tunjukan bahwa Ayah dan Bunda bisa dipercaya layaknya seorang sahabat yang siap mendengar semua cerita curahan hati.

Tak ada anak yang terlahir bisa memilih orangtuanya, maka berikan dan jalinlah pendekatan terbaik seperti mendidik anak metode Rasulullah ini. Semoga bermanfaat. Salam.

 

{ Comments are closed }

Lakukan Tiga Cara Ini Supaya Anak Mudah Berinteraksi Sosial

Pada dasarnya tiap manusia adalah makhluk sosial karenanya ia membutuhkan interaksi sosial dengan orang lain. Sayangnya interaksi sosial menjadi suatu hal yang sangat menakutkan dan melelahkan apalagi buat orang-orang yang tidak terbiasa. Lebih-lebih di era ponsel pintar ini, orang jadi semakin individualistis. Bisa kita lihat ketika kumpul keluarga, orang-orang justru sibuk dengan ponselnya masing-masing.

Melihat fenomena ini sebaiknya Ayah dan Bunda membiasakan putera dan puterinya untuk berinteraksi sosial.

Lalu bagaimana supaya anak-anak lebih mudah berinteraksi sosial dengan baik dan benar?

Dalam ajaran Islam, ada beberapa hal yang hendaknya dilakukan oleh ayah dan bunda agar anaknya mudah berinteraksi sosial.

Pertama, yaitu mengajarkan putera-puterinya untuk membiasakan menyapa serta mengucapkan salam pada tiap orang yang dikenalnya.

Menyapa sesama muslim dengan mengucap salam adalah hal paling mendasar yang harus Ayah dan Bunda ajarkan pada anak. Sebab memberikan salam pada sesama Muslim merupakan bentuk penghormatan tertinggi sekaligus mendoakannya.

Imam Bukhari mengatakan bahwa sahabat Anas bin Malik r.a. apabila berpapasan dengan anak-anak, Beliau mengucap salam pada mereka. Kemudian dia berkata, “Nabi SAW pun melakukan hal demikian.” (H.R. Al-Bukhari)

Tips supaya anak terbiasa untuk mengucapkan salam pada orang lain, yaitu Ayah dan Bunda memberikan contoh nyata dengan menyapa anak-anak kecil terlebih dahulu. Rasulullah SAW terbiasa mengucapkan salam pada anak-anak sehingga akhirnya mereka terbiasa akan hal itu. Jika sudah terbiasa, anak-anak akan berinisiatif untuk mengucapkan salam terlebih dahulu.

Ibnu Baththal berkata, “Ucapan salam dari Nabi SAW pada anak-anak adalah wujud ketawadhuan, akhlak yang agung, dan kemuliaan sifat beliau. Hal tersebut adalah percontohan satu akhlak yang melekat pada sunnah. Anak-anak dilatih dengan adab yang mulia, kelak jika mereka baligh maka melekat pada diri mereka adab Islam.” (Syarah Shahih Al-Bukhari)

Kedua, ajaklah putera dan puteri Ayah dan Bunda menginap di rumah saudara atau kerabat yang saleh. Seringnya menginap nantinya akan ada interaksi sosial di luar keluarga inti (Ayah dan Bunda). Mereka nantinya akan berinteraksi dengan nenek, kakek, paman, bibi, serta sepupu.

Dalam riwayat dari Ibnu Abbas r.a., Beliau mengajarkan kepada para anak untuk bersemangat bermalam di rumah kerabatnya yang saleh serta mengambil faedah dari mereka. Ibnu Abbas r.a. berkata, “Saya bermalam di rumah bibiku, Maimunah binti Al-Harits, istri Nabi saw.” (HR. Al-Bukhari)

Kemudian yang terakhir, Suruhlah putera dan puteri Ayah dan Bunda. Ketika ditugaskan oleh orang tua, rasa percaya diri sang anak akan tumbuh dalam sedikit demi sedikit.

Anak akan terbiasa beradaptasi dengan hal-hal yang dulunya tak pernah ia lakukan. Sehingga saat dewasa nanti ia akan lebih mudah beradaptasi dan melakukan tugas-tugas karena sudah punya pengalaman ketika masih kecil.

Anas bin Malik RA berkata, “Suatu ketika saya membantu Nabi SAW, ketika pekerjaan selesai. Rasul pun tidur sejenak, saya pun keluar ke tempat anak-anak yang sedang bermain. Saya mendatangi mereka untuk melihat permainan mereka. Rasul datang mengikutiku kemudian mengucap salam pada anak-anak yang bermain itu. Rasul lalu memanggil dan menugaskanku untuk suatu keperluan. Saya pun melakukan perintahnya.” (HR. Ahmad)

Penutup

Demikianlah tiga cara yang dapat Ayah dan Bunda lakukan agar anak sering dan terbiasa melakukan interaksi sosial.

  • Pertama, membiasakan anakmengucapkan salam pada sesama muslim.
  • Kedua, ajak anak untuk menginap di rumah saudara/kerabat.
  • Lalu ketiga, membiasakan anak menyelesaikan tugas-tugas kecil.

Wallahu a’lam.

{ Comments are closed }

Hukum Aqiqah Anak di Luar Nikah

hukum aqiqah di luar nikah

Banyak yang bertanya tentang bagaimana hukum aqiqah anak di luar pernikahan.

Sebagai seorang muslim yang bukan ahli dalam hukum Islam maka penulis Ittiba pada Keputusan Dewan Hisbah Persatuan Islam 25-26 Agustus 2015 yang Isinya.

Perihal

Hukum Aqiqah Anak Di Luar Nikah

بسم الله الرحمن الرحيم

Dewan Hisbah Persatuan Islam telah:

Mengingat:

Dasar hukum Alquran Surat Fathir ayat 18 Allah Berfirman Allah SWT :

وَلَاتَزِرُوَازِرَةٞوِزۡرَأُخۡرَىٰۚوَإِنتَدۡعُمُثۡقَلَةٌإِلَىٰحِمۡلِهَالَايُحۡمَلۡمِنۡهُشَيۡءٞوَلَوۡكَانَذَاقُرۡبَىٰٓۗ

Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. ( QS.Fathir : 18 )

Nabi Muhammad saw. bersabda:

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَسَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

“Tiap bayi tergadai dngan aqiqahnya, disembelihkan (hewan) baginya di hari ke tujuh, dicukur (rambutnya) kemudian diberi nama” [HR Abu Daud, nomor ke 2838, Imam Tirmidzi nomor ke 1522, Imam Ibnu Majah nomor ke 3165 dll periwayatan Samurah bin Jundub r.a. Hadits ini kemudian dishahihkan oleh al-Hakim yang disetujui adz-Dzahabi, Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini dan Syaikh al-Albani dalam kitab al-Insyirah Fi Adabin Nikah halaman ke 97] .

Abu Daud terdapat hadis:

مع الغلام عقيقه فأهريقوا عنه دما وأميطوا عنه الأذى

Tiap anak dengan aqiqahnya, maka sembelihlah hewan (domba, sapi atau kambing) dan hilangkanlah gangguan (gadaian) darinya.

Hadits riwayat Malik:

أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ

Rasulullah SAW memerintahkan mereka untuk beraqiqah dua ekor domba/kambing yang seumur dan sebesar (2 ekor) untuk bayi laki-laki dan satu ekor saja (kambing/domba) bagi bayi perempuan.

Hadits riwayat Ahmad:

مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنِ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ الْغُلاَمِ شاَتَاَنِ مُكاَفأَ َتاَنِ وَعَنِ الْجاَ رِيَةِ شاَةٌ

Siapa diantara kamu ingin beribadah (aqiqah) untuk anaknya hendaknya untuk anak laki-laki dua ekor hewan ternak (kambing/domba) yang sama usianya dan untuk anak perempuan setu ekor hewan (kambing/domba)

Menimbang:

  • Pada dasarnya semua anak itu lahir dalam keadaan suci.
  • Tiap bayi yang lahir itu tergadai samapai diaqiqahkan.
  • Dalil-dalil Alquran dan hadis tentang syari’at aqiqah tidak membeda-bedakan apakah anak hasil zina dengan hasil nikah.

Mengistinbath/Menarik Hukum/Menyimpulkan:

Aqiqah bagi anak hasil zina tetap disyari’atkan.

{ Comments are closed }

Hafalkan Doa Ini Supaya Bayi Terhindar dari Gangguan Setan!

Manusia sepanjang hidupnya pasti akan terus digoda oleh setan sampai ajal menjemput dirinya. Tak terkecuali seorang bayi yang baru lahir, dia akan diganggu setan. Dalam Alquran surat Shaad ayat 77-83, Allah menjelaskan bahwa iblis bersumpah akan selalu mengganggu dan menyesatkan seluruh umat manusia.

Allah berfirman Dalam ayat tersebut, “Keluarlah kamu dari surga; sungguh kamu adalah (makhluk) yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku (terus menerus) padamu hingga hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri panjangkanlah (umur) aku sampai hari kebangkitan.” Allah berfirman: “Sesungguhnya (hukuman) kamu termasuk orang-orang akan ditangguhkan, hingga hari yang telah ditentukan waktunya (yaitu hari Kiamat).” Iblis menjawab: “Demi Allah aku akan menyesatkan mereka (manusia), kecuali hamba-hamba-Mu di antara mereka yang mukhlis.” (QS. Shaad: 77-83)

Allah kemudian memperingatkan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh nyata manusia. Allah berfirman, “Sesungguhnya setan itu merupakan musuh nyata bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sungguh setan-setan itu mengajak golongannya agar mereka jadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Membaca ayat di atas hendaknya Ayah dan Bunda melindungi anak-anak yang baru lahir dari gangguan setan. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh Ayah dan Bunda agar putera dan puterinya terhindar dari gangguan setan? Solusinya adalah dengan memanjatkan doa kepada Allah.

Baca Juga: Aqiqah Cimahi dan Aqiqah Bandung

Rasulullah SAW acapkali membacakan doa untuk meminta perlindungan kepada Allah bagi Hasan dan Husain. Berikut ini doa yang dipanjatkan;

Audzu bi kalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin”. “Aku berlindung dengan kalimah-kalimah Allah yang sudah sempurna yaitu dari godaan setan, hewan beracun dan dari pengaruh ‘ain’ yang jelek).” (HR. Bukhari)

Lebih dari itu Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwasanya tiap anak manusia itu diganggu setan ketika dilahirkan. Maka tidak heran tiap bayi yang dilahirkan mengeluarkan tangisan yang keras. Hal tersebut terjadi karena adanya sentuhan antara setan dan bayi.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tiap-tiap anak manusia diganggu setan saat dilahirkan, makanya dia menangis teriak, itu karena disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya Isa Almasih.” (HR. Bukhari)

Mengapa Maryam dan Isa Almasih tidak pernah diganggu oleh setan, ternyata Istri Imran membacakan satu doa ketika melahirkan Maryam. Pernah dikisahkan dalam Alquran ayat 35-36 surat Ali Imran.

Dalam kedua ayat ini dikisahkan, “Dan ingatlah ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhan, Sesungguhnya aku bernazar pada-Mu jika anak dalam kandunganku adalah hamba yang saleh maka dia akan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Maka dari itu terimalah (nazar) ini dariku. Sesungguhnya Allahlah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Tatkala melahirkan anaknya isteri ‘Imran berkata: “Ya Allah ya Tuhanku, sungguh aku melahirkan seorang anak perempuan; Allahlah yang lebih mengetahui apa (jenis kelamin) yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidak seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku sudah menamainya Maryam dan sungguh aku mohon perlindungan untuknya serta keturunannya kelak, lindungilah dia oleh Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (QS. Ali Imran: 35-36)

Dengan doa di atas kemudian Allah pun mengabulkannya. Tumbuhlah Maryam menjadi pribadi yang shalihah. Allah senantiasa memberi perlindungan pada Maryam serta keturunannya dari gangguan dan godaan setan.

Sehingga surat Ali Imran ayat ke 35-36 bisa dijadikan rujukan doa untuk memohon perlindungan agar bayi Ayah dan Bunda terhindar dari gangguan setan.

Penutup

Agar putera dan puteri dari Ayah dan Bunda terhindar dari gangguan setan maka bisa mengamalkan doa yang dipanjatkan Nabi Muhammad SAW ketika memohon perlindungan bagi Hasan dan Husein.

Ataupun Ayah dan Bunda dapat mengamalkan doa yang pernah dipanjatkan Istri Imran. Yaitu doa-doa yang terdapat pada surat Ali Imran ayat ke 35 dan 36.

Wallahu a’lam.

{ Comments are closed }

Hukum Aqiqah Anak Kembar?

hukum aqiqah bayi kembar
hukum aqiqah bayi kembar

Dalam artikel sebelumnya menerangkan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Aqiqah lebih afdhol jika dilaksanakan di hari ketujuh pasca melahirkan. Pada hari ketujuh pula dianjurkan memberi nama anak serta mencukur habis rambutnya.

Meskipun demikian, aqiqah masih bisa dilaksanakan apabila sudah dewasa. Seperti pernah dibahas dalam artikel: Hukum aqiqah setelah dewasa.  Orang tua tidak lagi diwajibkan membiayi aqiqah anaknya apabila sudah dewasa. Yang mesti mengaqiqahkan dirinya adalah anak itu sendiri.

Dalam hukum Islam Aqiqah dibolehkan menyembelih satu hewan baik bagi anak-laki-laki dan perempuan. Dalilnya yaitu Hadis ini diriwayatkan oleh Imam al-Tirmidzi. Rasulullah menyembelih (aqiqah) satu ekor kambing untuk Hasan.

Akan tetapi, lebih afdhal dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor untuk perempuan. Dalil yang membahas hal ini terdapat dalam hadis yang diriwayatkan imam al-Tirmidzi, dalam hadit tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah memerintahkan untuk menyembelih dua ekor hewan (kambing) untuk anak laki-laki dan seekor hewan (kambing) untuk perempuan.

Pertanyaan selanjutnya bagaimana apabila anaknya kembar? Bolehkan satu kambing untuk dua anak? atau jumlahnya mesti sesuai dengan jumlah anak? Berkaitan dengan pertanyaan ini, Syeikh Musthafa Bugha dalam Fiqhul Manhaji menjelaskan bahwa sebetulnya tidak cukup hanya satu ekor kambing untuk beberapa orang anak karena yang disunnahkan adalah jumlah domba mesti disesuaikan dengan jumlah anak yang akan diaqiqahkan.

Argumen ini merujuk pada dalil hadis praktik aqiqah yang dilakukan Rasulullah. Beliau mengaqiqahkan cucunya Hasan dan Husein dengan satu ekor kambing tiap bayinya masing-masing. Keterangan ini shahih karena diriwayatkan dalam beberapa jalan yaitu Abu Daud, Hakim, dan lain-lain.

{ Comments are closed }

7 Cara Ikhitar Orangtua agar Anaknya Menjadi Shaleh

Anak merupakan anugerah sekaligus amanah yang Allah berikan pada setiap orang tua. Karenanya mendidik supaya anak menjadi pribadi yang shaleh dan taat merupakan tugas orang tua karena kelak akan dimintai pertangggung jawabannya di hari akhir.

Sayangnya, tugas mendidik anak supaya shaleh/shalehah tak dapat dilakukan dengan instant, perlu keistikomahan dan konsistensi tingkat tinggi.

Triana Luthfiyah Lc, mengatakan bahwa ada 7 cara yang harus kita perhatikan sebagai orang tua dalam mendidik anak agar menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.

1. Ajarkan Mahabatullah – Mencintai Allah

Allah berfirman:

Katakanlah, jika kamu (sungguh) mencintai Allah, maka ikutilah (petunjuk) Aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni (segala) dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali Imran: 31)

Jika kita simak ayat di atas maka mencintai Allah Ta’ala adalah hal teramat penting sebagai pegangan hidup di dunia sekaligus kebahagiaan di akhirat.

Sebagai orang tua ajarkan dan tanamkanlah kecintaan pada Allah sedini mungkin kepada anak-anak kita. Supaya kelak disaat anak beranjak dewasa dengan segala aktifitasnya, ia lakukan karena cinta yang besar kepada Allah.

Kecintaan kepada Allah adalah salah satu pondasi yang wajib kita tanamkan pada anak kita. Fungsinya sebagai pelindung supaya tidak jatuh tergelincir ke jalan yang sesat dalam mengarungi kehidupan dunia fana ini.

Jika cinta pada Allah sudah jadi mendarah daging pada anak kita. Maka tidak akan sulit lagi menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.

2. Kenalkanlah kalimat-kalimat tauhid (Laaillahailallah)

Ikhtiar mendidik anak supaya menjadi pribadi yang shaleh / shalehah salah satunya dengan mengenalkan kalimat tauhid sedini mungkin.

Lebih bagus lagi apabila dikenalkan kalimat tauhid sejak dalam kandungan. Tapi bila sudah terlewat maka bisa dengan cara sering memperdengarkan kalimat tauhid di telinganya.

Dalam sebuah hadis hasan Al-Imam At-Tirmidzi, Ibnu Abbas pernah bercerita : “Pada suatu hari aku pernah berboncengan di belakang Nabi (di atas kendaraan), beliau berkata kepadaku: “Wahai anak, aku akan mengajari engkau beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Jika engkau meminta tolong, minta tolonglah kepada Allah”

3. Ajarkan untuk minta pertolongan hanya kepada Allah

Ajarkanlah pada anak agar apabila membutuhkan pertolongan maka mintalah pada Allah. Yakinkan anak bahwa Allahlah satu-satunya penolong dalam semua permasalahan.

4. Ingatkan anak bahwa Allah selalu mengawasi tiap gerak-gerik kita

Tanamkan keyakinan pada anak bahwasanya Allah senantiasa mengawasi tiap tingkah laku kita. Beri kepercayaan, jangan menyangsikan pernyataannya dan katakan bahwa Allah selalu mengawasi kita.

5. Kenalkan Rasul-Nya pada anak-anak

Buatlah anak mengenal nabi, karena ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang.

Salah satu metode mendidik anak agar kelak menjadi pribadi yang shaleh yaitu menceritakan perjalanan hidup Nabi Muhammad Shallahu alaihi wasallam mulai sejak ia dalam kandungan sampai beliau wafat.

Kisahkan juga keluarga Rasulullah dan para sahabat. Sampaikan dengan kemasan dan cara yang menarik layaknya para pendongeng professional.

Apalagi anak-anak pada usia balita semangat sekali ketika dibacakan sebuah kisah, bacakanlah menggunakan gaya teatrikal sehingga tampak dan terdengar lebih menarik.

Setelah anak tau kisahnya, lalu ajaklah anak untuk mengamalkan satu persatu nilai-nilai kebaikan yang terkandung dalam cerita tersebut. Contohnya minumlah menggunakan tangan kanan. Tidak minum berdiri atau berjalan, tebarkan salam, bersifat santun, amanah dan sebagainya.

6. Ajarkan Alquran agar terbiasa

Sejak dini kenalkan pada Alquran supaya kelak menjadi pribadi yang shaleh. Hidupkan suara mp3 ayat-ayat quran tiap hari, agar anak terbiasa mendengar bacaan quran.

Misalnya memperdengarkan surat al-Fatihah 4 kali dalam sehari yang dilakukan selama seminggu. Lalu setelah itu ganti lagi surat pendek lain dan seterusnya.

Jika anak sudah bisa diajarkan membaca alquran maka perlahan-lahan ajari sampai dapat membaca dengan lancar.

Tidak mudah dan butuh kesabaran ekstra. Tapi yakinkan dalam hati dan mintalah doa pada Allah SWT agar putera dan puteri kita menjadi pribadi yang shaleh/shalehah.

7. Tanamkan Kepercayaan pada “qada” dan “qadar”

Cara mendidik anak agar menjadi shaleh/shalehah yaitu dengan melatih anak meyakini akan keberadaan qodo dan qodar.

Tanamkan keyakinan pada anak bahwa Allah-lah yang memegang takdir tiap insan. Allah tahu hal terbaik bagi makhluknya.

Penutup

Keimanan merupakan hal pertama yang mesti kita tanamkan pada anak sebelum ilmu apapun. Dalam proses mengajarkan anak akan keimanan hendaknya disesuaikan dengan jenjang usianya. Bisa dengan bercerita, berkisah, membacakan buku dan mendongeng.

Mudah-mudahan tulisan tentang 7 cara menshalehkan anak ini bermanfaat. Wassalam

{ Comments are closed }