fbpx
Klik Untuk Tanya Via Whatsapp

Tag: hukum daging aqiqah untuk hajatan

Tips Pembagian Syukuran Aqiqah

Bagaimana Cara Membagikan Daging Aqiqah yang Baik

Sebetulnya bagaimana sih tata cara membagikan daging aqiqah? Bolehkah dimakan sendiri atau dibagikan ke keluarga? Berikut ini penjelasannya.

Aqiqah Jatinangor Bandung
Aqiqah Jatinangor Bandung

Apakah Pihak Orangtua atau Wali Boleh Memakan Daging dari Syukuran Aqiqah?

Jawabannya BOLEH!!

Imam Ibnu Qudamah mengqiyaskan syariat aqiqah sama seperti aturan qurban. Kutipan ucapan beliau;

” Aqiqah diqiyaskan dengan berkurban. Karena aqiqah ibadah yang disyariatkan tapi sunnah seperti laiknya qurban. Karena aqiqah disamakan dengan kurban maka terkait sunah-sunahnya, ukuran hewannya, dan syaratnya maka dalam aturan penyaluran pun disamakan.”

Wali atau orang tua yang membayar aqiqah boleh memakan santapan aqiqahnya. Boleh juga untuk membagikannya kepada fakir dan miskin.

Dalam kitab-kitab ulama menyembelih hewan untuk aqiqah anak masuknya bab syukur kepada Allah. Aqiqah sebagai bentuk rasa syukur pada Allah. Maka boleh dikonsumsi sebagiannya.

Maka boleh hukumnya jika wali/orangtua boleh menyantap olahan daging Aqiqah.

Waktu yang Pas untuk Membagikan Daging Aqiqah

Seperti yang tertulis di paragraf di atas. Aqiqah diqiyaskan dengan qurban. Termasuk sunnah-sunnah pembagiannya.

Hadist riwayat Bukhari berbunyi

Siapa di antara kamu sekalian beribadah qurban, maka upayakan jangan ada daging qurban yang tersisa di rumahnya setelah tiga hari“.

Ustad Ahmad Sarwat, Lc., MA dari rumahfiqih.com, kandungan dalam hadist tersebut sudah dihapuskan karena ada hadist lanjutan yang berbunyi:

فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِى قَالَ « كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا

Ketika datang tahun berikutnya, para sahabat mengatakan, ”Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu?” Maka beliau menjawab, ”(Adapun sekarang), makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah. Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami paceklik sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.”(HR. Bukhari)

Mengapa Rasulullah melarang menyimpan lebih dari tiga hari? Karena sebelumnya sedang musim paceklik.

Lalu tahun berikutnya larangan dicabut karena paceklik sudah berakhir.

Hikmah yang terkandung dari dua hadis diatas adalah waktu yang pas membagikan daging yaitu ketika banyak yang membutuhkan.

Dulu aku melarang kalian dari menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari agar orang yang berpunya meringankan orang yang tak punya. Namun sekarang, makanlah semau kalian, berilah makan, dan simpanlah.” (HR. Tirmizi)

KESIMPULAN: Bagikan daging aqiqah kepada yang membutuhkan. Lebih cepat lebih baik.

Kepada Siapa Sebaiknya Daging Aqiqah Dibagikan?

Ulama Fiqh; Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin pernah berkomentar mengenai yang berhak menerima daging akikah.

“Hendaknya daging aqiqah sebagian dikonsumsi. Sebagian lagi hadiahkan atau sedekahkan. Adapun hitungan pembagiannya tidak tentu. Yang dimakan, dihadiahkan atau disedekahkan sesuaikan saja.

Boleh dibagikan ke tetangga, kerabat dan sahabat-sahabatnya. Tetapi harus ada jatah (porsi) untuk orang miskin dari daging aqiqah.”

(Kitab Fatawa Nur ‘ala Ad-Darb, 5: 228)

Dibagikannya dalam Keadaan Mentah atau Matang (Masakan)?

Sebagian ahli fiqih menjelaskan bahwa daging aqiqah sebaiknya dibagikan setelah jadi masakan.

Daging aqiqah bisa diolah dibuat sate atau dibuat menjadi masakan berkuah seperti gulai.

Mengapa begitu? Hal untuk memudahkan orang yang menerima daging aqiqah.

Tips-tips Membagikan Aqiqah

Beberapa Saran Layanan Aqiqah Bandung 2020, cukup bermanfaat bagi Anda saat proses penyalurannya

Jika pada akhirnya Anda hendak membagikan paket aqiqah pada sanak sodara dan tetangga, sangat disarankan agar memilih Nasi kotak. Alasannya karena sebetulnya Anda telah mengetahui jumlah yang akan dibagikan. Sehingga nantinya lebih praktis ketika pembagian berlangsung. Tetangga dan kerabat terdekat pun akan lebih mudah mengkonsumsinya.

Sebaliknya, jika ingin membagikan paket aqiqah pada yayasan yatim piatu maupun pondok pesantren, maka lebih baik masakan kambingnya masih dalam panci. Ini dilakukan karena kita belum mengetahui jumlah orang di yayasan tersebut. Pihak pengurus yayasan lebih tau dan lebih mudah untuk mengkoordinasikannya. Kalaupun tidak habis masakan masih bisa dihangatkan. Insya Alloh manfaatnya lebih besar.

Pesan Aqiqah Praktis?! Al Hilal Aja

Tak mau repot memasak daging domba? Bisa mengunakan jasa aqiqah Bandung al hilal. Rasa masakan dijamin enak dan nikmat.

Telp : 022 7809 282

WhatsApp: 0877 0034 7724

Alamat : Jl. Desa Cipadung No. 47 Cibiru Bandung

Peta AqiqahBandung.id

{ Comments are closed }

Hukum Orangtua Memakan Daging Aqiqah Anaknya?

Hukum Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anaknya? Apakah Kerabat dan Orang Tua Boleh Memakan Daging Aqiqah anak itu?

Mari kita kaji menurut keterangan para Ahli.

Imam Ibnu Qudamah menerangkan bahwa secara prinsip hukum aqiqah itu mirip dengan hukum qurban

وسبيلها في الأكل والهدية والصدقة سبيلها ـ يعني سبيل العقيقة كسبيل الأضحية .. وبهذا قال الشافعي .

Hukum (aturan) aqiqah terkait jatah maka boleh dimakan, disedekahkan, dihadiahkan, sama seperti aturan qurban. Sungguh ini adalah pendapat imam as-Syafii.

Imam Ibnu Qudamah kemudian menulis juga tentang ikhtilaf para ulama. Lalu beliau menyimpulkan,

والأشبه قياسها على الأضحية لأنها نسيكة مشروعة غير واجبة فأشبهت الأضحية ولأنها أشبهتها في صفاتها وسنها وقدرها وشروطها فأشبهتها في مصرفها

Aqiqah lebih mendekati dan diqiyaskan dengan ibadah qurban. Karena ini ibadah yang syar’i dan hukumnya bukan wajib. Seperti layaknya qurban. Karena ada sifat-sifat yang mirip dengan qurban, sunah-sunahnya, ukuran hewannya, dan syarat-syaratnya. Maka dalam aturan penyalurannya juga disamakan. (al-Mughni, 11/120).

Penguat dari argumen di atas adalah diqiyaskan pada qurban. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

فَكُلُواْ مِنْهَا وَأَطْعِمُواْ الْبَآئِسَ الْفَقِيرَ

“Konsumsilah dari sebagian hewan qurban itu dan (jangan lupa) berikan pada yang membutuhkan.” (Qs. Al-Haj: 28)

Istri Nabi yaitu‘Aisyah radhiyallahu ‘anha menerangkan tentang aqiqah. Yaitu;

السُنّةُ عَنِ الغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَان وَعَنِ الجَارِيَةِ شَاةٌ يُطْبَخُ جُدُولًا وَلَا يُكسَرُ لَهَا عَظْمٌ فَيَأكُلُ وَيُطْعِمُ وَيَتَصَدَّقُ

Aqiqah itu apabila sesuai sunnah maka dua ekor kambing anak laki-laki dan untuk anak perempuan seekor saja. Boleh dimasak utuh tulang-tulangnya, atau tidak dipecah tulangnya untuk dimakan sendiri. Boleh juga diberikan ke orang lain atau disedekahkan.

Adapun hadits lain dari ‘Aisyah tentang masalah aqiqah,

يُجْعَلُ جُدُوْلاً ، يُؤْكَلُ وَيُطْعَمُ

Akhirnya dijadikan tulang (yang tidak direcah) untuk dimakan sendiri atau diberi pada yang lainnya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah juz ke-5).

Judulan atau jadl artinya tiap tulang yang disimpan tanpa direcah dan tidak bercampur dengan lainnya. Keterangan ini disebut dalam Al-Qamus Al-Muhith, hlm. 975.

Baca Juga: Aqiqah Cimahi Al Hilal, Penyedia Jasa Aqiqah Terbaik di Cimahi

Imam Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menulis dalam Syarh Al-Mumthi’ (7: 545), bahwa judulan/jadl adalah anggota tubuh hewan berupa tulang yang tak direcah. Tulang-tulang itu diambil dari sendi-sendi pertulangan.

Dicatat pula dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah, orang yang memiliki hajat aqiqah bisa membagi hasil daging aqiqah dalam bentuk daging mentahan atau yang sudah matang.

Hasil masakan tersebut bisa dibagi-bagikan ke fakir miskin, anak yatim, tetangga, kerabat atau teman dekat.

Pun demikan sanak kerabat bisa memakan dagingya. Sangat dianjurkan untuk mengundang semua yang dikenal baik orang miskin atau orang kaya untuk makan-makan.

Penutup

Berdasarkan keterangan-keterangan di atas maka penulis bisa menyimpulkan bahwa makan daging aqiqah sendiri atau aqiqah anaknya, hukumnya BOLEH.

{ Comments are closed }