Browsing: Artikel Aqiqah

Perbedaan Harga Domba Qurban dan Aqiqah

Domba untuk qurban dan domba untuk aqiqah memiliki perbedaan harga. Mengapa begitu? Karena kualitas pakan dan perawatan domba qurban lebih mahal dibanding untuk domba aqiqah.

Berikut ini harga domba qurban kami:

Harga Domba Aqiqah Kami

{ Comments are closed }

Peluang Jadi Agen Aqiqah

Anda ingin punya usaha sampingan TANPA RIBET?
Yukkk daftar menjadi agen AQIQAH MADENAH BANDUNG

GRATIS untuk pendaftaran sebagai agen, dan banyak sekali keuntungan yang akan anda dapatkan seperti:

– Sahabat dan komunitas sesama Muslim
– Mendapatkan penghasilan tambahan jutaan rupiah.
– Waktu kerja yang fleksibel
– Belajar ilmu marketing online
– Tidak harus keluar dari pekerjaan atau profesi kita

Dengan bergabung sebagai AGEN, Anda bisa membantu memudahkan orang lain untuk ber-Aqiqah sesuai syariat

Anda hanya cukup mempromosikan dan menjual layanan Aqiqah Madenah Bandung. Anda nanti akan didampingi dan berdiskusi intens secara online dengan team kami

Untuk informasi lebih lengkap silahkan klik WA kami di

https://api.whatsapp.com/send?phone=6287883469070
https://api.whatsapp.com/send?phone=6287883469070
https://api.whatsapp.com/send?phone=6287883469070

Untuk wilayah Bandung Cimahi dan sekitarnya.

{ Comments are closed }

Pasar Domba untuk Aqiqah dan Qurban

 

 

Pasar domba depan pesantren Al-Hilal. Sejak puluhan tahun. Cuma ada setiap Rabu dan Sabtu.

{ Comments are closed }

Hukum Mengaqiqahkan Orang Tua

Bolehkah anak mengaqiqahkan orang tua?

hukum aqiqah untuk orang tua yang masih hidup, hukum aqiqah untuk orang tua yang sudah meninggal, hukum aqiqah untuk orang tua yg sudah meninggal, hukum aqiqah anak tapi orangtua belum aqiqah, aqiqah anak tapi orang tuanya belum, aqiqah anak orang tua belum aqiqah, hukum aqiqah pada orang mati

Dalam melaksanakan ibadah apapun sebaiknya merujuk pada hukum syariah yang berlaku, termasuk melaksanakan aqiqah. Mengenai waktu pelaksanaan aqiqah ulama sepakat pada hari ketujuh paska kelahiran.

Hal ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang artinya, “Tiap anak terikat/tergadai dengan aqiqahnya sampai (waktu) disembelih pada hari ketujuh kelahirannya kemudian diberi nama.” (HR. Al Tirmidzi).

Namun apabila pada hari ketujuh setelah kelahiran anak tidak diaqiqahkan, maka bisa aqiqah di hari ke-14. Kemudian di hari ke-21. Dan setelah hari ke-21 masih belum mampu, maka bisa melakukan aqiqah untuk diri sendiri atau aqiqah setelah dewasa pada saat sudah mampu.

Ketika sang anak menginjak usia dewasa/baligh maka sesungguhny hilang kewajiban orang tua mengaqiqahkan anaknya, tapi boleh untuk mengaqiqahkan dirinya sendiri.

Karena setelah seorang muslim mencapai usia baligh, seluruh kewajiban ibadah menjadi tanggungannya sendiri, bukan lagi orang tuanya.

Anjuran mengaqiqahkan anak adalah kewajiban orangtua atau wali yang menanggung nafkah anak tersebut.

Hukum Aqiqah untuk Orangtuanya, Baik yang Masih Hidup atau Meninggal

Bagaimanakah jika yang diaqiqahkan adalah untuk orang tua kita? Apakah boleh anak mengaqiqahi orang tuanya?

Mengaqiqahkan orang tua yang masih hidup hukumnya boleh. Menurut ustad Abdul Somad anak boleh mengaqiqahkan orangtuanya. Karena itu sama dengan sedekah. Sedekah kepada orang tua.

Dalilnya:

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma :

Bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya ibuku meninggal dunia secara tiba-tiba (dan tidak memberikan wasiat), dan aku mengira jika ia bisa berbicara maka ia akan bersedekah, maka apakah ia memperoleh pahala jika aku bersedekah atas namanya (dan aku pun mendapatkan pahala)? Beliau menjawab, “Ya, (maka bersedekahlah untuknya).

(Shahih Bukhari bab Jana’iz no. 1299)

 

{ Comments are closed }

Pengertian, Manfaat dan Hikmah Ibadah Aqiqah

Manfaat aqiqah bisa Ayah dan Bunda rasakan baik di dunia atau kelak di akhirat. Nanti bila anak ditakdirkan dewasa dan menikah, dia bisa mengerti tentang hikmah dan pengertian aqiqah dengan jauh lebih baik.

manfaat aqiqah, pengertian aqiqah, hikmah aqiqah

Bagi yang belum aqiqah, beberapa ulama membolehkan aqiqah setelah dewasa dan tidak ada batasan umur. Sebagian lainnya menghukumi aqiqah menjadi gugur pelaksanaannya karena dianggap tidak mampu.

Sebagai salah satu ibadah untuk mendekatkan diri pada Allah, manfaat aqiqah bagi masyarakat muslim memang besar. Apa sebabnya? Karena terdapat dalil hadis yang menganjurkan untuk melaksanakan aqiqah. Afdhalnya pada hari ke tujuh kelahiran anak.

Banyak ulama’ bersepakat hukum aqiqah adalah Sunnah Muakkad yang artinya lebih baik dan berpahala untuk dilaksanakan (penekanan).

Tak hanya bermanfaat bagi bayi, ternyata pelaksanaan aqiqah bermanfaat untuk orang tua hingga sesama muslim.

Nah, untuk memahaminya, mari satu persatu kita ulas mulai dari pengertian aqiqah dan hikmahnya, manfaat aqiqah, hingga bolehkah hukum aqiqah setelah dewasa.

Pengertian Aqiqah Serta Hikmah yang Terkandung

Sebelum membahas manfaat aqiqah, pertama kita bahas terlebih dulu memahami pengertian aqiqah itu sendiri.

Abu Dawud meriwayatkan hadis yang bunyinya, Rasulullah SAW bersabda,

كُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّيكُلُّ غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تَذْ بَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُسَمَّى

Artinya: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing dan domba) untuknya (bayi) pada hari ketujuh, dibersihkan kotoran (dicukur rambutnya), dan diberi nama”. (HR. Abu Dawud no. 2823, Tirmidzi no. 1522, dan Ibnu Majah no. 3165).

Dari hadits di atas kita bisa memahami bahwa pelaksanaan aqiqah yaitu hari ketujuh kelahiran bayi. Pada hari itu, bayi yang diaqiqahi dibersihkan rambutnya dan diberi nama yang bagus.

Mengenai pengertian aqiqah, aqiqah asal katanya ‘Aqqu’ yang artinya memotong (bahasa arab). Memotong yang dimaksud berarti menyembelih domba, kambing atau sapi. Memotong juga diartikan mencukur rambut bayi hingga rapih. Maka pengertian aqiqah yaitu menyembelih hewan serta mencukur rambut bayi.

Sedangkan mengapa kita harus aqiqah? Hikmahnya karena sebagai perwujudan rasa syukur dikaruniai amanah anak oleh Allah. Bisa juga sebagai sarana beribadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Sebagian ulama’ mengatakan bahwa hikmah melaksanakan aqiqah untuk membuang penyakit serta menjauhkan bayi dari gangguan-gangguan jin yang mengikutinya sejak lahir ke muka bumi.

Manfaat Aqiqah bagi Alam Semesta

Seperti yang telah dibahas. Ibadah aqiqah merupakan bentuk bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran bayi. Adapun manfaat pelaksanaan aqiqah itu banyak sekali. Meliputi manfaat untuk orang tua si bayi, manfaat anak yang diaqiqahi, manfaat sosial, hingga manfaat pahala di akhirat kelak.

A. Manfaat Aqiqah bagi Orang Tuanya (Ayah, Bunda Atau Wali)

Bagi Ayah Bunda atau wali yang mengaqiqahi anaknya terdapat manfaat ibadah apabila dilaksanakan. Inilah beberapa manfaat:

1. Menghidupkan sunnah Rasulullah .

Rasulullah SAW sendiri yang mencontohkan dalam melaksanakan ibadah aqiqah. Ketika beraqiqah berarti kita menghidupkan sunnah Nabi. Menghidupkan sunnah akan mendapat pahala yang amat besar.

Hal ini juga dipertegas dalam hadits tentang keutamaan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW,

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Artinya: “Barangsiapa yang menghidupkan (menyebarkan) sunnah-sunnahku, lalu diamalkan oleh ummat, maka sungguh ia mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakannnya, tanpa mengurangi pahala mereka yang mengamalkannya”. (HR. Ibnu Majah no.209).

2. Menyampaikan berita gembira kepada sanak saudara dan tetangga

Al-Qur’an menganjurkan untuk menyampaikan berita gembira, khususnya berita kelahiran anak.

Firman-Nya:

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا

“Duhai Zakaria, sungguh Kami memberi berita gembira untukmu yaitu kelahiran seorang anak yang bernama Yahya”. (QS. Maryam [19]:7)

قَالُوا لَا تَوْجَلْ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ

 “Mereka (para malaikat) berkata: Janganlah kamu sekalian takut, sungguh kami memberi kabar gembira padamu dengan (kelahiran) anak laki-laki (yang kelak menjadi) orang yang alim”. (QS. Al-Hijr [15]:53).

3. Mengingatkan kita agar selalu bersyukur atas nikmat Allah SWT

Allah SWT berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

 “Maka ingatlah pada-Ku, Aku pun akan ingat padamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah sekali-kali kamu ingkar pada-Ku” (QS. Al-Baqarah [2]:152).

Ditegaskan pula pada ayat lainnya

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, sungguh jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah lebih (nikmat) untukmu, tetapi jika kamu ingkar (tidak bersyukur), maka pasti datang adzab-Ku yang sangat berat”. (QS. Ibrahim [14]: 7).

Itulah manfaat pelaksanaan aqiqah bagi Ayah dan Bunda. Sungguh bila kita renungkan maka tak terhitung banyaknya manfaat dari ibadah aqiqah ini.

B. Manfaat Melaksanakan Aqiqah Khusus bagi Anak

Selain Ayah dan Bunda ada manfaat aqiqah khusus untuk bayi atau anak yang baru lahir tersebut.

1. Lepas dari status ‘tergadai’

Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Dengan kata lain, statusnya yang tergadai akan hilang ketika melaksanakan ibadah aqiqah.

2. Anak akan banyak didoakan

Anak akan didoakan oleh banyak orang. Seperti saudara, kerabat dan tetangga. Mudah-mudahan dengan banyak didoakan kelak akan menjadi orang yang sholeh dan berbakti.

Ketika pelaksanaan aqiqah ada susunan acara dalam bentuk ibadah. Seperti pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga doa-doa yang khusus ditujukan pada bayi yang baru lahir.

3. Menghilangkan kotoran pada bayi

Salah satu manfaat lainnya yaitu hilangnya kotoran. Dalam hadis dijelaskan tentang hal ini.

مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى

“Tiap gulam (anak baru lahir) ada aqiqahnya, sembelihlah untuknya (domba dan kambing) dan buang kotoran darinya”. (HR. Bukhari no. 5471).

Dari hadits di atas, Ijtima ulama dari kata ‘buang kotoran darinya’ yaitu mencukur rambut bayi. Sebagian lainnya memaknai sebagai prosesi membuang penyakit supaya bayi berkembang dengan sehat.

C. Manfaat dan Hikmah Aqiqah dalam Kehidupan Sosial

Aqiqah juga memberi manfaat dalam kehidupan sosial. Salah satunya mempererat tali silaturahim antar sesama muslim.

Ketika pelaksanaan aqiqah, tuan rumah mengundang saudara sesama muslim dan tetangga untuk merayakannya. Dengan begitu, maka hubungan sosial sesama manusia akan lebih erat.

Penutup

Itulah beberapa manfaat aqiqah yang bisa diperoleh Ayah dan Bunda. Kami sangat menganjurkan untuk melaksanakan ibadah ini ketika diberi kelebihan rezeki. Semoga apa yang dijelaskan ini memberi manfaat.

{ Comments are closed }

Rukun Aqiqah Anak Bayi Menurut Syariat Islam

Rukun Aqiqah Anak Bayi Menurut Syariat Islam

Rukun aqiqah dalam syariat Islam sangatlah penting. Mayoritas ulama menghukumi rukun aqiqah dengan sunnah muakad, sunnah yang mendekati wajib. Hal ini perlu diketahui bagi calon Ayah dan Bunda.

Pertama-tama kita bahas terlebih dahulu pengertian rukun dalam pandangan ilmu Syariah.

Pengertian Rukun

Menurut kamus Bahasa Indonesia rukun yaitu hal-perihal yang harus dipenuhi sebagai tuntutan syarat sahnya satu pekerjaan atau amalan Ibadah.  Maka implikasinya jika rukun tak dipenuhi, amalan itu dianggap tak sah atau kurang berpahala.

Masih menurut kamus Bahasa Indonesia. Rukun merupakan sendi dasar asas satu perbuatan. Misal contoh sederhanya yaitu rukum iman itu semakna dengan dasar iman.

Maka dari itu bagi calon Ayah dan Bunda atau ikhwatu iman yang baru menikah, sebaiknya mempersiapkan dalam menyambut kelahiran anak. Salah satunya yaitu dengan mempelajari rukun aqiqah.

Runtutan Rukun dalam Aqiqah

Sudah umum diketahui masyarakat muslim, aqiqah adalah bentuk rasa syukur karena Allah memberi amanah seorang anak yakni dengan menyembelih domba atau kambing. Lalu bagaimana runtutan rukun aqiqah yang sebaiknya dilakukan ketika anak lahir.

Pertama: Perdengarkanlah suara adzan di telinga kanan sang bayi ketika lahir

Memang tidak dalil naqli baik dalam Alquran dan sunnah tentang memperdengarkan adzan pada bayi. Tapi, setidaknya ini bisa mengenalkan suara adzan pada bayi.

Kedua: Perdengarkanlah suara ikomah di telinga kiri ketika lahir

Sama seperti adzan tidak ada dalil naqli. Tapi harapannya anak terbiasa mendengar ikomah dan kelak setelah dewasa tak pernah meninggalkan shalat.

Baca Juga:

Ketiga: Membacakan doa di kedua telinganya atau membacakan surah-surah pendek seperti al-Ikhlas ketika lahir

Dengan seringnya membacakan doa dan surah pendek ke telinga sang bayi harapannya bisa membekas pada memory sang bayi dan membuatnya menjadi pribadi shaleh di masa depan.

Keempat: Mengundang kerabat dan tetangga dalam acara syukuran aqiqah pada hari ke-7 kelahiran bayi

Undanglah kerabat dan tetangga supaya bisa mendoakan sang bayi. Agar kelak menjadi pribadi shaleh/ah. Semakin banyak yang mendoakan mudah-mudahan Allah mengijabah doa-doanya.

Kelima: Menyembelih domba atau kambing atau sapi pada hari ke-7 kelahiran

 

Dalilnya:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

“Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama.”

[Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Laki-laki dua ekor, perempuan satu ekor saja. Dalilnya:

 أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”

[Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]

Keenam: Mencukur habis rambut bayi untuk kemudian ditimbang

Selepas menyembelih domba aqiqah maka rukun aqiqah selanjutnya yaitu mencukur rambut. Kemudian ditimbang agar disamakan dengan perak. Lalu uangnya disedekahkan pada fakir atau miskin.

Ketujuh: Memberi nama yang baik, karena nama adalah doa. Dalam bahasa agama disebut Tasmiyah

Sebagaimana dalil hadis di atas. Pada hari ke-7 dari kelahiran. Berilah bayi nama yang baik, nama-nama para sahabat, nama-nama ulama, nama-nama orang saleh dalam Al-Quran.

Kedelapan: Sedekah

Rukun aqiqah selanjutnya yaitu menyedekahkan uang hasil mencukur rambut bayi yang kemudian nilainya disamakan timbangan perak.

Kesembilan: Bagikan daging aqiqah utamanya pada fakir miskin

Daging hasil aqiqah bisa dibagikan pada sanak saudara dan tetangga. Lebih baik lagi dibagikan pada yang membutuhkan seperti anak-anak yatim dan kaum dhuafa.

Penutup

Demikian runtutan penjelasan mengenai rukun aqiqah.

Kami merekomendasikan untuk bertanya langsung pada fuqaha atau ustadz yang mengerti hukum-hukum Islam agar tidak keliru dalam melaksanakan rukun aqiqah ini. Wallahu Alam

Sedang mencari domba atau kambing untuk aqiqah?

Hubungi kami di nomor ini. Via whatsapp atau nomor telp.

0877 0034 7724

{ Comments are closed }