fbpx
Klik Untuk Tanya Via Whatsapp

Tag: aqiqah anak laki laki kambing jantan atau betina

Aqiqah Anak Laki-laki Menurut Alquran, Sunnah dan Ijtima Ulama

Aqiqah anak laki-laki menurut Islam harus merujuk kepada Syariah Islam. Berdasarkan dalil Alquran dan Hadis. Atsar para sahabat dan ijtima para Ulama.

Definisi Aqiqah – Apa itu Aqiqah?

Pengertian aqiqah (akikah, akikoh, akekah, aqiqahan, kekahan) yaitu ibadah penyembelihan hewan sebagai perwujudan rasa syukur karena lahir seorang anak laki atau perempuan.

dalil aqiqah

Secara tata bahasa atau etimologis. Aqiqah berasal dari kata al-qat’u yang artinya rambut yang ada di kepala bayi tatkala baru dilahirkan.

Dari sudut pandang ilmu fiqh. Aqiqah yaitu proses penyembelihan hewan kemudian mencukur bayi dan menamai bayi.

Makna dan Arti aqiqah

Allah mengamanahi seorang anak laki-laki atau perempuan untuk pasangan yang sudah menikah akan memberi kebahagiaan yang besar. Ekspresi rasa bahagia ini perlu disalurkan. Maka Islam memfasilitasinya dengan ibadah aqiqah.

Dalil Aqiqah Anak laki-laki & Perempuan

aqiqah anak laki laki

Riwayat hadis-hadis shahih tentang aqiqah secara tegas banyak menyebutkan aqiqah untuk anak laki-laki yaitu menyembelih dua ekor hewan (bisa kambing, domba dan sapi).

Sedangkan aqiqah untuk anak perempuan cukup menyembelih se-ekor hewan aqiqah saja (bisa kambing, domba dan sapi)

Tapi jangan sampai merasa berat melaksanakan ibadah aqiqah karena harus menyembelih 2 ekor domba lantaran anaknya laki-laki.

Dalil hadis aqiqah:

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُمْ عَنِ الْغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنِ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Rasululllah SAW memerintahkan untuk anak laki-laki akikah dengan dua ekor kambing dan anak perempuan dengan satu ekor kambing.”

(HR. Tirmidzi no. 1513. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Imam Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Menurut imam al-Tirmidzi hadis di atas derajatnya hasan shahih. Hadis di atas secara tegas menerangkan bahwa jumlah kambing/domba yang disembelih pada saat syukuran aqiqah anak laki-laki dan anak perempuan. Dari hadits kita tau jumlah hewan aqiqah untuk bayi berjenis kelamin laki-laki adalah 2 ekor sedang perempuan seekor saja.

Berapa Jumlah Hewan Aqiqah jika Anak Laki-laki Kembar?

Tertulis di Almufashshal fi Ahkamil Aqiqah.

Dr. Hisamuddin menjelaskan; Ijtima Ulama menyepakati apabila ada 2 anak kembar atau lebih. Maka  tiap masing-masing anak tersebut disunnahkan untuk diaqiqahi sekaligus.

Anak laki laki dalam Islam nasabnya tidak akan terputus. Maka ketika menyembelih hewan menyebutkan nama anak bin ayahnya.

Berapa Jumlah Domba untuk Aqiqah Anak Kembar?

Aqiqah anak kembar boleh menyembelih satu ekor hewan saja masing-masing.

Merujuk pada  Hadis Abu Dawud

Ada salah satu riwayat dari jalur sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu yang mengatakan : Bahwa Rasulullah SAW mengaaqiqahi Hasan dan Husain masing – masing dengan satu ekor domba“. (Hadits Riwayat Abu Dawud).

Jadi total kambing yang diaqiqahkan untuk bayi kembar laki-laki cukup 2 ekor.

Namun tetap saja lebih afdhal apabila mengaqiqahkan dua ekor kambing untuk masing-masing anak kembar laki-laki. Jadi totalnya 4 ekor kambing.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah sunnahnya di hari yang ketujuh paska kelahiran. Merujuk pada sabda Nabi Saw yang artinya:

Setiap anak itu tergadai dengan binatang Aqiqahnya, disembelihnya pada hari ketujuh dicukur rambutnya dan diberi nama”  (HR. Ahmad – dishahihkan oleh Imam At-Tirmidzi)

Kalaupun tak sempat beraqiqah pada hari ketujuh, maka bisa di hari ke empat belas dan di hari kedua puluh satu.

Merujuk hadis Abdullah bin Buraidah bahwasanya Nabi Saw pernah bersabda: “Hewan Aqiqah itu disembelih pada hari ketujuh, keempat belas, dan hari keduapuluh satu” (HR. Al-Baihaqi)

Namun sesudah tiga ahad masih tidak melaksakan aqiqah maka kapanpun bisa, bila sudah mampu. Karena sesungguhnya hari pelaksanaan aqiqah itu sifatnya sunnah bukan wajib.

Apabila belum sampai dewasa. Maka ia bisa mengaqiqahkan diri sendiri. Mengingat Hukum Aqiqah itu hukumnya Sunnah Muakad yaitu sunnah yang hampir wajib.

Kesimpulan..

  • Aqiqah untuk Anak laki-laki sunnah menyembelih kambing/domba/sapi sebanyak 2 ekor dan seorang anak perempuan cukup se-ekor saja.
  • Pada saat aqiqah maka dibarengi dengan mencukur rambut dan memberi nama yang baik.
  • Orang tua adalah pihak yang disunahkan untuk mengaqiqahkan anak-anaknya (membiayai).
  • Pada pelaksanaannya bisa dilakukan oleh orang lain.
  • Pelaksanaan aqiqah dalam Islam ini hukumnya sunnah mendekati wajib.

Demikianlah beberapa hal yang sebaiknya diketahui tentang akikah anak laki-laki dan perempuan menurut Islam yang bisa anda ketahui.

Rekomendasi Aqiqah Al Hilal

Jika anda mau berencana syukuran walimatul aqiqah. Baik untuk diri sendiri, keluarga yang hidup, keluarga yang sudah meninggal, ataupun bayi anda. Maka sebaiknya pilih Aqiqah Al hilal.

Paketnya lengkap dan ada layanan antar gratis untuk wilayah Bandung kota.
Pesan online sekarang.

{ Comments are closed }

Aqiqah Kambing Betina. Bagaimana Hukumnya?

Perihal Aqiqah, Kambing Jantan Atau Betina

PERIHAL AQIQAH, KAMBING JANTAN ATAU BETINA

Doa Menyembelih Hewan Aqiqah
Doa Menyembelih Hewan Aqiqah

Pertanyaan.
Bolehkah berkurban atau aqiqah dengan kambing betina yang sedang hamil?
08522913XXXX

Kalau anak pria lahir, kambing aqiqahnya berapa? Jantan atau betina? Dan kalau tidak bisa bagaimana? Apakah bisa ditunda dulu? Apa harus pada hari ke-7? Mohon penjelasan.
Ismail, Kolaka, Sultra, 081524203xxxx

Jawaban.

Persoalan yang disampaikan oleh dua penanya ini, kami gabungkan jawabannya, sebagai berikut :
Aqiqah disyariatkan dalam Islam, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Al Hasan dan Al Hushain. Namun para ulama berselisih perihal hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkan dan secara umum dikuasai mereka mensunnahkannya.

Imam Ahmad berkata: Al aqiqah merupakan Sunnah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan aqiqah untuk Al Hasan dan Al Hushain. Para teman Beliau juga melakukannya. Dan dari Samurah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهِنُ بِعَقِيْقَتِهِ

“Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya” [HR Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa-i].

Sehingga tidak patut, jikalau seorang bapak tidak melaksanakan aqiqah untuk anaknya. [1]

Aqiqah disyariatkan pada orang bau tanah sebagai wujud syukur kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya, serta berharap keselamatan dan barakah pada anak yang lahir tersebut [2]. Waktu pelaksanaanya, disunnahkan pada hari ketujuh. Jika tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak, maka pada hari kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْاَهِنُ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ

“Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh”. [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].[3]

العَقِيْقَةُ تُذْبَحُ لِسَبْعٍ أَوْ لأَرْبَعَ عَشَرَةَ أَوْ لإِحْدَ وَ عِشْرِيْنَ

“Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu”. [HR Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132].

Ada sebagian ulama, di antaranya Syaikh Shalih Fauzan yang beropini bolehnya melaksanakan aqiqah selain waktu di atas tanpa batas. Namun, mereka sepakat, bahwa yang utama pada hari ke tujuh. Sehingga, berdasarkan pendapat ini, maka orang bau tanah yang belum bisa pada waktu-waktu tersebut sanggup menundanya manakala sudah mampu.

Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: Para ulama menyatakan, jikalau tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka pada hari keempat belas. Jika mustahil juga, maka pada hari kedua puluh satu. Dan bila mustahil juga, maka kapan saja. inilah aqiqah. [4]

Sedangkan yang berkaitan dengan ketentuan jumlah kambingnya, untuk bayi pria dua kambing dan bayi perempuan satu kambing. Ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak pria dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Ketentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari malu dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci perihal disyaratkan jantan atau betina.

Oleh alasannya itu, kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, berdasarkan bahasa Arab dan istilah syari’at meliputi kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam binatang kurban. Pengertian syah (شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.[5]

Dengan demikian, maka sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam kurban dan aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]

________

Footnote
[1]. Perkataan Imam Ahmad ini kami nukil dari Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194).
[2]. Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Al Fauzan (3/194).
[3]. Al Wajiz Fi Fiqhi As Sunnah Wal Kitab Al Aziz, Abdul ‘Azhim Badawi, hlm. 405.
[4]. Al Muntaqa Min Fatawa (3/193).
[5]. Tentang hal ini, lihat keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqat, hlm. 89-90.

Sumber: https://almanhaj.or.id/857-perihal-aqiqah-kambing-jantan-atau-betina.html

{ Comments are closed }